PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Pangkalpinang (Bangka Belitung) optimistis pasangan SBY-Boediono akan menang dalam pemilihan presiden (pilpres) 8 Juli 2009.
"Kami optimistis SBY-Boediono menjadi pemenang pilpres dan kami siap mendukungnya untuk bisa menjadi orang nomor satu dan dua di republik ini," kata Ketua PKS Kota Pangkalpinang, Dodi Kusdian di Pangkalpinang, Jumat (5/6).
Ia menyatakan, kader dan simpatisan PKS wajib mendukung pasangan SBY-Boediono karena sudah ditetapkan melalui dewan syuro dan harus konsekuen menjalankan keputusan dewan syuro.
"PKS menyatakan dukungan terhadap SBY-Boediono dan ketika sudah ditetapkan melalui dewan syuro, maka sudah merupakan kewajiban bagi kader dan simpatisan untuk mengikutinya," ujarnya.
Kader dan simpatisan PKS adalah orang-orang yang militan dan menghormati apa yang menjadi keputusan internal partai. "Saya percaya kader dan simpatisan PKS tetap konsekuen mendukung SBY-Boediono, tidak mungkin membelot karena pembelot bukan karakter PKS," ujarnya.
PKS siap bergabung dengan tim kampanye bersama, yang dikomandoi Partai Demokrat untuk menggalang kekuatan menghadapi pertarungan pilpres nanti.
"Tim kampanye bersama ini terdiri dari puluhan parpol yang berkoalisi, sehingga perlu menjalin komunikasi yang baik agar tercipta tekad dan iktikad yang kuat untuk memenangkan SBY-Boediono," ujarnya.
PKS juga sudah kontrak politik dengan Partai Demokrat sebagai pola koalisi sehingga menjadi patokan bagi SBY jika terpilih kembali menjadi presiden.
"Diantara kontrak politik itu adalah pemberantasan korupsi dengan menegakkan supremasi hukum yang sesungguhnya dan tetap konsisten tanpa pandang bulu. Kemudian reformasi birokrasi dalam upaya membangun birokrasi yang bersih, peduli dan profesional," ujarnya.
Menurut dia, kontrak politik tersebut hanya bentuk kerjasama berkesenambungan dalam artian dapat dilaksanakan sebelum dan sesudahnya atau terpilih menjadi pemimpin negara.
"Kontrak politik ini juga bentuk pengawasan terhadap kebijakan dan kinerja SBY jika terpilih dan berhak ditegur jika keluar dari kontrak politik yang sudah disepakati," ujarnya.
Ia mengatakan, koalisi yang dibangun bukan hanya untuk menggalang kekuatan dalam rangka memenangkan SBY-Boediono saja, tetapi juga sesudahnya atau ketika sudah terpilih menjadi pemimpin negara.
"Berkoalisi dalam artian untuk memenangkan SBY-Boediono dan koalisi dalam rangka membangun kekuatan serta tekad yang kuat untuk membawa negara ini ke arah yang lebih maju," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang