Hati-hati Membungkus Makanan dengan Plastik!

Kompas.com - 05/06/2009, 16:26 WIB

KOMPAS.com - Dr. Yadi Haryadi, ahli pangan dari Institut Pertanian Bogor menyatakan, bahwa penggunaan wadah makanan secara tidak berhati-hati dapat membahayakan kesehatan anak yang dampaknya akan dirasakan di masa depan. Hal ini disampaikannya di acara talkshow Plastik yang Ramah, di Restoran Euphoria, Kuningan, Jakarta, Selasa, (2/06).

Hal ini sekaligus untuk mengingatkan para orangtua, agar tidak hanya memastikan nilai gizi pada makanan yang dikonsumsi anak-anak, tetapi juga wadah penyimpanan makanan mereka. Plastik memang merupakan salah satu penemuan terbaik yang pernah dibuat manusia. Bagaimana tidak, bahan ini kedap udara, enteng, mudah dibawa, dan tahan lama. Namun selain membantu manusia, plastik juga tergolong tak ramah lingkungan dan bisa berbahaya untuk kesehatan jika tidak memilih jenis yang aman digunakan.

Dr. Yadi menyatakan, tak semua plastik tercipta dan terbuat dalam keadaan aman untuk segala penggunaan. Ada plastik yang aman dan ada yang berbahaya. Karena plastik terbuat dari bahan kimia yang berbahaya untuk tubuh, perlu diperhatikan apakah plastik wadah makanan yang digunakan sudah terdaftar oleh badan resmi yang menyatakan aman untuk kesehatan. Yang paling berbahaya adalah plastik kresek berwarna hitam yang banyak digunakan di pasaran. Plastik semacam ini mengandung zat kimia yang mudah mencemari makanan di dalamnya.

Apa yang menyebabkan plastik sebagai benda berbahaya? Plastik terbuat dari bahan yang disebut monomer dan plasticizer. Kedua bahan ini tidak baik untuk tubuh. Kontak antara plastik dengan makanan yang dikemas (khususnya makanan cair atau semi basah) dapat mengakibatkan perpindahan bahan-bahan kimia tadi ke dalam makanan, yang disebut migrasi. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh menumpuknya zat-zat tadi di tubuh adalah kanker.

Terdapat beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya migrasi, antara lain;
Panas. Makin tinggi suhu, prosen migrasi makin cepat dan makin banyak (misalkan, seporsi bakso panas yang disimpan dalam plastik).
Minyak. Minyak termasuk bahan yang cepat melarutkan komponen-komponen plastik.
Waktu. Makin lama kontak makanan dengan plastik, makin banyak komponen yang bermigrasi.

Untuk memastikan buah hati Anda terlindung dari bahaya yang termigrasi lewat plastik wadah makanan, perhatikan logo yang menunjukkan bahwa plastik aman digunakan saat terkontak dengan makanan. Yakni logo food safe atau food grade, yang disertai dengan lambang gelas dan garpu. Namun, perlu diketahui asal-usul plastik tersebut, apakah sumbernya terpercaya. Karena tak jarang pula ditemui produk-produk plastik palsu yang juga memiliki cap seperti ini.

Pada kesempatan yang sama, Ir. Wawas S., dari Sentra Teknologi Polimer BPPT, memberikan tips memilih wadah plastik yang aman, yakni;
* Pikirkan harganya. Jika harganya murah dan tak wajar, patut dicurigai keamanan penggunaan barang tersebut.
* Endus baunya. Jika ada aroma tertentu, misalnya wangi parfum buatan atau ada bau tengik, sudah pasti proses pembuatannya tak sempurna. 
* Ketika dicuci, biasanya produk plastik tersebut akan berbuih lebih banyak dan sulit bersihnya. Ini terjadi karena proses pembuatannya tak sempurna, sehingga rongga plastiknya belum sempurna, dan tidak tertutup rapat. 
* Jeli baca tanda produk yang aman untuk makanan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau