Soal Barry, Redknapp Merasa Disemprot City

Kompas.com - 06/06/2009, 03:25 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Pelatih Tottenham Hotspur, Harry Redknapp, merasa dongkol karena gagal menggaet Gareth Barry dari Aston Villa. Ia merasa seperti "disembur air oleh Manchester City".

Barry menjadi incaran banyak klub setelah timnya gagal menembus zona Liga Champions musim depan. Redknapp sudah jauh-jauh hari menyatakan minatnya terhadap gelandang Inggris itu dan siap bersaing dengan Licerpool. Akan tetapi, tiba-tiba datanglah City ke meja transfer. Mereka langsung menawar 12 juta poundsterling untuk pemain itu. Villa pun menyerah, apalagi "The Citizen" juga menawarkan gaji tinggi untuk Barry.

"Pekan ini, saya mencoba menggaet Gareth Barry. Saya rasa dia akan menjadi tambahan yang baik bagi Spurs dan saya tahu kami harus membuat tawaran menarik bagi pemain top Inggris itu," ungkap Redknapp kepada The Sun tanpa menyebut nilai tawaran yang dia ajukan.

"Liverpool juga membuat tawaran besar. Namun, kami berdua disemprot air oleh Manchester City. Mereka menawarkan nilai transfer yang jauh lebih besar dan memberi gaji yang lebih besar kepada pemain. Kami tidak dapat mendekatinya," tambah Redknapp.

Akibat perpindahan Barry ke City itu, suporter Villa menganggapnya mata duitan. Kendati demikian, Redknapp menganggap hal itu bukan salah pemain. Bagaimana pun juga, ia senang karena sepak bola dihargai tinggi. Asalkan pemain tetap ingat dengan aksi sosial terhadap masyarakat, Redknapp senang dengan gaji tinggi untuk mereka. Menurutnya, sepak bola adalah soal tanggung jawab dengan komunitas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau