Pembunuh PSK Peragakan 11 Adegan

Kompas.com - 06/06/2009, 09:00 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Rekonstruksi pembunuhan pekerja seks komersial (PSK) Tambak Asri, Tatik Rahayu (33) yang digelar Jumat (5/6) kemarin mengundang simpati rekan-rekan seprofesinya.

Tanpa diundang, mereka keluar dari masing-masing wisma untuk melihat pembunuh temannya pada 6 Mei lalu, yakni Samsul Arifin (52) warga Sumobito Jombang yang juga ABK Kapal Dahlan Makmur. Beberapa PSK yang jengkel menghujatnya, “Itu toh pembunuhnya, sudah tua tak tahu diri,” kata salah satu PSK.

Rekonstruksi itu digelar oleh Polsek Krembangan di Wisma Madurasa, tempat kejadian perkara. Sesuai berita acara pemeriksaan (BAP) rekonstruksi digelar sebanyak 11 adegan. Kapolsek Krembangan AKP Isbari menjelaskan bahwa tersangka sangat kooperatif dalam rekonstruksi. “Dari awal sampai akhir adegan semuanya dilakukan tersangka sesuai apa yang ia lakukan saat kejadian,” katanya.

Adegan dimulai saat kedatangan Samsul ke wisma, selanjutnya mereka masuk kamar dan berkencan. Di dalam kamar, mereka sempat cekcok karena tarif tidak sesuai dengan kesepakatan. Karena emosi, tersangka lalu menusuk perut Tatik, dan melarikan diri. Namun, ia berhasil ditangkap warga, sedangkan korban sempat dilarikan ke RS Pelabuhan di Tanjung Perak, sebelum akhirnya meninggal dunia.

Perbuatan tersangka tersebut diduga karena kesal dengan Tatik yang tidak melayani keinginannya. Informasinya, malam sebelum kejadian, tersangka sudah datang menemui Tatik di Wisma Madurasa. Namun, hasrat tersangka tak tersalurkan lantaran Tatik sedang melayani tamu lainnya.

Esoknya, tersangka datang lagi ke wisma itu dengan persiapan matang hendak kencan dengan Tatik dan disepakati kencan selama satu jam dengan tarif Rp 100.000.

Di luar dugaan, Samsul sangat perkasa, ia minta dilayani overtime. Namun, Tatik minta tambahan uang. “Ia minta tambahan Rp 50.000, tapi tersangka menolak dan cekcok,” jelas Isbari. (iit)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau