Mega: Keluarga Bung Hatta Sudah Seperti Saudara

Kompas.com - 06/06/2009, 11:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Megawati tampak sangat akrab dengan dua putri Bung Hatta, Halida dan Gemala, yang mendampinginya berziarah ke makam sang ayah, di Kompleks Pemakaman Tanah Kusir, Jakarta, Sabtu (6/6). Mega dan keluarga Bung Hatta mengaku sudah sangat dekat dan seperti saudara sendiri.

Hari ini, bertepatan dengan hari lahir Bung Karno, Mega pun tak ingin melewatkannya dengan berziarah ke makam Bung Hatta, sebagai mitra ayahnya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

"Ucapkan selamat ulang tahun dong, ini hari ulang tahun Bung Karno yang ke 108 ," kata Mega, saat membuka pernyataannya kepada wartawan, seusai berziarah. "Karena itu, kami dari seluruh keluarga besar nanti ingin memperingatinya di Rengasdengklok," lanjutnya.

Hari lahir Bung Karno ini, akan diperingati pula bersama keluarga Bung Hatta di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat, siang nanti. Mega lantas menceritakan, mengapa Rengasdengklok dipilih sebagai lokasi peringatan. "Ketika terjadi peristiwa Rengasdengklok, Bung Karno dan Bung Hatta sepertinya diculik pemuda-pemuda yang ingin proklamasi lebih awal dari tanggal yang diinginkan beliau berdua. Maka, kami berziarah agar bisa merasakan kebahagiaan kami. Kami dengan keluarga Pak Hatta sudah seperti keluarga," kata Mega.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau