Yusron: Perundingan Ambalat Tidak Perlu

Kompas.com - 06/06/2009, 12:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Yusron Ihza Mahendra mengungkapkan, Departemen Luar Negeri tidak perlu melakukan perundingan dengan Malaysia untuk menguatkan status kepemilikan blok Ambalat yang berada di wilayah laut Sulawesi. Sebab, Yusron menilai kepemilikan Ambalat sudah jelas, yakni milik Indonesia.

"Ambalat milik kita, sebenarnya kita tidak perlu berunding, kalau berunding berarti mengalah dengan kepemilikan ini," kata Yusron, dalam diskusi bertema "Pulau Terluar, Ambalat, dan Hubungan Indonesia-Malaysia", di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (6/6). Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan apa yang menjadi dasar hukum perundingan tersebut.

Pelanggaran yang dilakukan oleh Malaysia berkali-kali, lanjut Yusron, disebabkan lemahnya pengawasan Deplu yang hanya berbicara pada tataran teknis, ketimbang kondisi dilapangan.

"Sudah terbukti, Malaysia melakukan pelanggaran, tetapi Deplu belum bisa mengatakan Malaysia melanggar," ujarnya.

Menanggapi hal ini, Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional Deplu Arief Havas Oegroseno mengatakan, yang menjadi dasar pihaknya melakukan perundingan ini adalah logika hukum internasional bahwa dalam faktanya tidak ada garis batas sehingga harus dirundingkan.

Selain itu, dalam UU juga disebutkan bahwa batas wilayah negara perairan dan tanah ditentukan dalam perjanjian bilateral dan trilateral.

"UU meminta saya untuk berunding. Semua garis batas itu atas perundingan bukan atas perang. Kalau ada penetapan garis batas bukan karena perundingan, tunjukkan pada saya," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau