Fadli Zon: Survei 'Pesanan' Seharusnya Tak Dipublikasikan

Kompas.com - 06/06/2009, 13:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengomentari hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang diakui dibiayai oleh Fox Indonesia, konsultan kampanye pasangan SBY-Boediono. Dikatakan Fadli, setiap pasangan pasti menggunakan lembaga survei untuk mengukur tingkat elektabilitas dan persepsi publik. Namun, survei "pesanan" menurutnya, tak layak dipublikasikan.

"Survei pesanan seperti itu akan elegan kalau untuk intern saja, tidak dipublikasikan," kata Fadli di sela-sela ziarah Megawati ke makam Bung Hatta, Sabtu (6/6) di Jakarta.

Jika survei "pesanan" dipublikasikan, menurutnya, tak ubah sebagai alat kampanye terselubung. "Survei itu bisa menciptakan band wagon effect dan menimbulkan efek psikologi. "Seharusnya dari awal bilang bahwa kami surveyor yang dibiayai salah satu kandidat, itu baru fair," kata Sekretaris Umum Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo ini.

Secara akademis, survei yang dibiayai oleh salah satu kandidat, ia mengatakan, memiliki problem. Survei yang dirilis lembaga survei seharusnya independen.

"Kalau sudah dibayari salah satu kandidat, tidak bisa disebut independen. Bisa saja ada conflict of interest, memilih responden di basis pemesan sehingga angkanya tinggi. Tapi secara keseluruhan jadi sangat meragukan," kata Fadli.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau