WASHINGTON,KOMPAS.com-Presiden Barack Obama menunda pemindahan Kedutaan Besar AS di Israel ke Jerusalem.
Sejak sebuah peraturan ditetapkan pada 1995 yang memerintahkan pemindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv --lokasi sejumlah kedutaan besar asing yang lain-- ke Jerusalem, setiap presiden AS menunda pemindahan itu.
Kebijakan AS mengenai Jerusalem belum berubah. Jerusalem adalah sebuah isu akhir yang harus diselesaikan melalui sebuah perundingan damai antara Israel dan Palestina. Demikian dikatakan pejabat Gedung Putih yang tidak mau disebutkan namanya kepada AFP, Jumat (5/6).
Israel mengumumkan Jerusalem sebagai ibukotanya pada 1950, kemudian menduduki Arab timur Jerusalem pada 1967 melalui perang Arab-Israel. Masyarakat internasional tidak mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel dan masa depan kota itu adalah ganjalan bagi perundingan dengan Palestina, yang juga menginginkan timur Jerusalem sebagai ibukota bagi negaranya di masa depan.
Pada 21 Mei, Perdana Menteri sayap kanan Israel Benjamin Netanyahu berjanji bahwa Jerusalem akan selalu menjadi ibukota Israel "selamanya".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang