JAKARTA, KOMPAS.com — Tiap tahun jutaan tiket kertas dicetak untuk melayani pelanggan Timezone di seluruh Indonesia. Dengan demikian turut berkontribusi dalam penebangan pohon seluas 6 juta hektar.
Demikian diungkap General Manager Bisnis dan Pemasaran Timezone Angela Sutan saat peluncuran electronic ticket (e-ticket) Timezone di Jakarta, Minggu (7/6). "Untuk Jakarta saja lebih 1 juta tiket dalam setahun," kata Angela.
Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk mengonversi tiket kertas ke e-ticket. "Dengan demikian kami turut peduli pada lingkungan hidup melalui program penghilangan jutaan tiket kertas yang selama ini beredar setiap hari di gerai-gerai Timezone," ungkap Angela.
E-ticket merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Embed dari Leisure and Allied Industries Perth Australia. Dari pihak Timezone konversi ini memberi kontribusi sendiri. "Sekali pun investasi e-ticket baru kembali 2 tahun, tapi penghematannya sampai miliaran," kata Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) PT Matahari Graha Fantasi David W Dale.
Penggunaan e-ticket ini, ungkap Angela, memberi beberapa kemudahan bagi para konsumen. Pertama, praktis. Dengan e-ticket maka tiket akan secara otomatis tersimpan di dalam powercard. Kedua, lebih aman. Tiket tidak mudah tercecer. Ketiga, kalau hilang saldonya tidak hilang, tinggal segera mendaftarkan data diri ke counter Timezone dan mendapat kartu baru. Keempat, e-ticket dalam powercard tidak ada kedaluwarsanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang