Barindo Siap Kirim Relawan ke Ambalat

Kompas.com - 07/06/2009, 22:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Dewan Pimpinan Pusat Barindo Raya M Yasin menyatakan siap mengirimkan tim relawan ke kawasan perbatasan Indonesia, untuk pertahankan wilayah Ambalat yang kini diklaim Malaysia sebagai wiayah teritorial mereka. Pengiriman  ini akan segera dilakukan bila Presiden SBY menyatakan perang atau keadaan darurat yang dijamin oleh UUD 1945. Relawan yang dikirim tak lain para simpatisan Barindo Raya.

"Ratusan kader serta simpatisan Barindo se-Jabar juga sudah menyatakan siap membantu pasukan TNI,  bertugas di barisan terdepan dalam menghadapi musuh. Kami juga sudah menyiapkan kader-kader terbaik Barindo Raya, yang memiliki pengalaman intelijen dan strategi dalam menghadapi musuh," ujar Ketua Umum Barindo Raya Letjen (Purn) M Yasin, Minggu (7/6).

Mantan Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas RI) yang kini menjadi tim sukses Megawati-Prabowo itu kemudian menegaskan, pihaknya masih menunggu negosiasi dan perundingan damai  oleh para diplomat di Departemen Luar Negeri RI. Pernyataan perang dari presiden, tegas Yasin lagi, adalah opsi terakhir.

"Bila negosiasi kedua negara menemui jalan buntu, maka kondisi perbatasan Ambalat saat ini  memprihatinkan. Malaysia akan terus berupaya memprovokasi TNI AL. Tindakan kapal-kapal Malaysia sama saja sebagai pelecehan kedaulatan NKRI. Sudah saatnya kita  harus tegas," kata M Yasin.

Bisa saja, kata Yasin, pemerintah memerintahkan pasukan militer melumpuhkan sarana transportasi militer Malaysia yang melanggar perbatasan.

"Kita harus buktikan, pasukan militer mampu mempertahankan harga diri bangsa. Kami, dalam waktu dekat akan membuka pendaftaran relawan Barindo Raya di tiap-tiap provinsi, yang bersedia membela negara. Pembentukan para relawan, akan kami ditindak-lanjuti dengan pelatihan semi-militer, sebelum diterjunkan ke medan perang," paparnya.

M Yasin menegaskan kembali, bertempur membela negara di Ambalat tidak akan mati konyol.  Setiap warga negara yang bersedia mempertahankan Ambalat untuk keutuhan NKRI, tegasnya, sama dengan pejuang dan pahlawan yang layak mendapatkan penghargaan dari negara. (Persda Network/yat)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau