JAKARTA, KOMPAS.com- Dewan Pimpinan Pusat Barindo Raya M Yasin menyatakan siap mengirimkan tim relawan ke kawasan perbatasan Indonesia, untuk pertahankan wilayah Ambalat yang kini diklaim Malaysia sebagai wiayah teritorial mereka. Pengiriman ini akan segera dilakukan bila Presiden SBY menyatakan perang atau keadaan darurat yang dijamin oleh UUD 1945. Relawan yang dikirim tak lain para simpatisan Barindo Raya.
"Ratusan kader serta simpatisan Barindo se-Jabar juga sudah menyatakan siap membantu pasukan TNI, bertugas di barisan terdepan dalam menghadapi musuh. Kami juga sudah menyiapkan kader-kader terbaik Barindo Raya, yang memiliki pengalaman intelijen dan strategi dalam menghadapi musuh," ujar Ketua Umum Barindo Raya Letjen (Purn) M Yasin, Minggu (7/6).
Mantan Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas RI) yang kini menjadi tim sukses Megawati-Prabowo itu kemudian menegaskan, pihaknya masih menunggu negosiasi dan perundingan damai oleh para diplomat di Departemen Luar Negeri RI. Pernyataan perang dari presiden, tegas Yasin lagi, adalah opsi terakhir.
"Bila negosiasi kedua negara menemui jalan buntu, maka kondisi perbatasan Ambalat saat ini memprihatinkan. Malaysia akan terus berupaya memprovokasi TNI AL. Tindakan kapal-kapal Malaysia sama saja sebagai pelecehan kedaulatan NKRI. Sudah saatnya kita harus tegas," kata M Yasin.
Bisa saja, kata Yasin, pemerintah memerintahkan pasukan militer melumpuhkan sarana transportasi militer Malaysia yang melanggar perbatasan.
"Kita harus buktikan, pasukan militer mampu mempertahankan harga diri bangsa. Kami, dalam waktu dekat akan membuka pendaftaran relawan Barindo Raya di tiap-tiap provinsi, yang bersedia membela negara. Pembentukan para relawan, akan kami ditindak-lanjuti dengan pelatihan semi-militer, sebelum diterjunkan ke medan perang," paparnya.
M Yasin menegaskan kembali, bertempur membela negara di Ambalat tidak akan mati konyol. Setiap warga negara yang bersedia mempertahankan Ambalat untuk keutuhan NKRI, tegasnya, sama dengan pejuang dan pahlawan yang layak mendapatkan penghargaan dari negara. (Persda Network/yat)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang