Rupiah Menguat, Masalah Tagihan Derivatif Mulai Berkurang

Kompas.com - 08/06/2009, 10:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) membawa berkah tersendiri bagi penyelesaian kasus tagihan derivatif. Setidaknya bagi bank. Bank mengaku bisa bernapas lega karena nasabahnya mulai menunjukkan tanda-tanda niat baik untuk menyelesaikan tagihan derivatif mereka.

Hal tersebut dialami PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Wakil Direktur Utama Bank Danamon Jos Luhukay bilang, penguatan nilai tukar rupiah yang terjadi beberapa pekan ini memperlancar pelunasan tagihan derivatif. "Apalagi kemarin rupiah sempat tembus ke Rp 9.000-an per dollar AS. Jadi, beban nasabah lebih ringan dalam membeli dollar AS," ujar Jos, Ahad (8/6).

Jos mengungkapkan, tagihan derivatif Bank Danamon per 20 Mei 2009 sudah menyusut hingga 7 juta dollar AS. Padahal, akhir triwulan I 2009 tagihan derivatif Danamon masih sebesar 12 juta dollar AS. Tagihan tersebut merupakan tagihan kepada 14 nasabah korporasi.

Dengan menguatnya rupiah, Bank Danamon juga lebih leluasa dalam mencapai kesepakatan penyelesaian dengan nasabah. "Jika rupiah tetap stabil atau menguat, bisa dijamin penyelesaian tagihan derivatif akan lebih mudah dan lebih cepat diselesaikan," ujar Jos.

Jos menjelaskan, saat ini Danamon sudah menyiapkan pencadangan khusus untuk tagihan derivatif senilai 3 juta dollar AS.

Sebagai catatan tambahan, tagihan derivatif Bank Danamon mencapai puncaknya kuartal empat 2008. Pada November 2008, misalnya, tagihan derivatif Danamon mencapai Rp 4,87 triliun. Saat itu, kurs rupiah sekitar Rp 12.000 per dollar AS.

Kepala Market Tresuri ANZ Panin Willing Bolung mengakui penguatan rupiah memudahkan nasabah mendapat dollar lebih murah. Apalagi, saat ini likuiditas valas di perbankan lokal sudah mencair. "Pasti penguatan rupiah membantu penyelesaian kasus derivatif," ujarnya.

Yang perlu dicatat, penguatan rupiah ini hanya membantu penyelesaian transaksi yang sudah ada. "Namun penguatan rupiah ini belum memicu terjadinya transaksi baru," ujar Kepala Riset Danareksa Research Institute Purbaya Y Sadewa. (Dyah Megasari/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau