JAKARTA, KOMPAS.com — Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) membawa berkah tersendiri bagi penyelesaian kasus tagihan derivatif. Setidaknya bagi bank. Bank mengaku bisa bernapas lega karena nasabahnya mulai menunjukkan tanda-tanda niat baik untuk menyelesaikan tagihan derivatif mereka.
Hal tersebut dialami PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Wakil Direktur Utama Bank Danamon Jos Luhukay bilang, penguatan nilai tukar rupiah yang terjadi beberapa pekan ini memperlancar pelunasan tagihan derivatif. "Apalagi kemarin rupiah sempat tembus ke Rp 9.000-an per dollar AS. Jadi, beban nasabah lebih ringan dalam membeli dollar AS," ujar Jos, Ahad (8/6).
Jos mengungkapkan, tagihan derivatif Bank Danamon per 20 Mei 2009 sudah menyusut hingga 7 juta dollar AS. Padahal, akhir triwulan I 2009 tagihan derivatif Danamon masih sebesar 12 juta dollar AS. Tagihan tersebut merupakan tagihan kepada 14 nasabah korporasi.
Dengan menguatnya rupiah, Bank Danamon juga lebih leluasa dalam mencapai kesepakatan penyelesaian dengan nasabah. "Jika rupiah tetap stabil atau menguat, bisa dijamin penyelesaian tagihan derivatif akan lebih mudah dan lebih cepat diselesaikan," ujar Jos.
Jos menjelaskan, saat ini Danamon sudah menyiapkan pencadangan khusus untuk tagihan derivatif senilai 3 juta dollar AS.
Sebagai catatan tambahan, tagihan derivatif Bank Danamon mencapai puncaknya kuartal empat 2008. Pada November 2008, misalnya, tagihan derivatif Danamon mencapai Rp 4,87 triliun. Saat itu, kurs rupiah sekitar Rp 12.000 per dollar AS.
Kepala Market Tresuri ANZ Panin Willing Bolung mengakui penguatan rupiah memudahkan nasabah mendapat dollar lebih murah. Apalagi, saat ini likuiditas valas di perbankan lokal sudah mencair. "Pasti penguatan rupiah membantu penyelesaian kasus derivatif," ujarnya.
Yang perlu dicatat, penguatan rupiah ini hanya membantu penyelesaian transaksi yang sudah ada. "Namun penguatan rupiah ini belum memicu terjadinya transaksi baru," ujar Kepala Riset Danareksa Research Institute Purbaya Y Sadewa. (Dyah Megasari/Kontan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang