KOMPAS.com — Hati-hati melangkah, lihat bawah! Begitu kalimat yang sering terucap dari seorang petugas atau pemandu transjakarta saat menurunkan penumpang di setiap halte.
Selain kenyamanan dan kecepatan, mungkin keramahtamahan petugas juga merupakan salah satu faktor masyarakat menggunakan transjakarta. Meskipun hingga saat ini belum mampu mengalihkan semua pengguna kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil, ke angkutan massal tersebut, minat masyarakat Jakarta menggunakan transjakarta cenderung meningkat.
Widya (24), karyawati yang tinggal di Pecenongan, menyatakan lebih senang menggunakan transjakarta untuk berangkat maupun pulang kerja. "Kebetulan antara rumah dan tempat kami bekerja dilalui jalur busway, meskipun harus transit, kami senang menggunakan busway karena bebas kemacetan dan kendaraan tersebut ber-AC," katanya.
Widya mengatakan, dengan menggunakan busway tidak banyak waktu tersita di perjalanan. "Paling pada waktu transit saat jam sibuk penumpang harus sabar antri untuk mendapatkan busway," katanya.
Pengguna transjakarta yang lain, Ramdani (32), tidak lagi menggunakan motornya untuk berangkat kerja karena dengan naik transjakarta dia tidak kepanasan, bahkan di dalam transjakarta terasa sejuk karena berpendingin udara. Namun, dia menyayangkan kondisi halte yang panas karena bangunannya terlalu rapat. "Waktu antre di halte panas, apalagi saat jam sibuk akan sangat terasa," katanya.
Pengamat transportasi dari Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), Harya Setyaka S Dillon, mengatakan, data dari Badan Layanan Umum (BLU) Provinsi DKI Jakarta, pada Januari 2009 jumlah penumpang 230.000 orang per hari dan pada Mei 2009 meningkat menjadi 245.000 orang per hari.
Harya Setyaka mengatakan, hal itu menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap angkutan massal tersebut meningkat karena dengan menggunakan busway waktu perjalanan lebih singkat dan terbebas dari kemacetan.
Menurut dia, masyarakat pengguna transjakarta secara langsung telah menyumbang penghematan BBM dan turut mewujudkan kualitas udara yang lebih bersih untuk generasi yang akan datang.
Penggunaan busway, katanya, memperpendek waktu perjalanan sehingga meningkatkan efektivitas hidup dan waktu produktif karena busway memiliki jalur khusus.
Perjalanan dari Blok M ke Kota pada saat jam sibuk cukup ditempuh dalam waktu 43 menit, sedangkan jika menggunakan kendaraan pribadi jarak yang sama membutuhkan waktu tempuh 70 menit. Harya menilai, selama dioperasikan transjakarta sejak lima tahun lalu dapat mengurangi kemacetan arus lalu lintas meskipun belum maksimal.
"Memang masih ada kemacetan, tetapi cenderung berkurang. Kalau sebelumnya kemacetan dari pukul 06.00 hingga 10.00 WIB sekarang hanya sampai pukul 09.00 WIB," katanya.
Ia mengatakan, sekarang di Ragunan banyak orang lebih senang memarkir kendaraannya kemudian naik busway, sehingga hal ini tentu mengurangi kepadatan dan kemacetan lalu lintas.
Ramah Lingkungan
Contry Director ITDP, Milatia Mu’min mengatakan, busway merupakan reformasi transportasi di Ibu Kota Jakarta, sebelumnya manajemen angkutan selalu menggunakan sistem setoran sekarang dengan sistem gaji bagi supirnya. "Terjadi perubahan sistem operasi yang dikelola Badan Layanan Umum (BLU) dan supir tidak menanggung apa-apa, hanya menjalankan armada," katanya.
Ia mengatakan, hal itu memerlukan rekayasa sosial dari sebelumnya supir sebagai manajernya sekarang diatur oleh operator. Menurut dia, untuk terus mengembangkan busway, diperlukan kemauan politik pemerintah.
Busway merupakan satu-satunya sistem angkutan umum di Jakarta yang bersih, bebas asap rokok, berpendingin udara sejuk dengan harga terjangkau masyarakat. Jalur busway, katanya melayani 20 kali lebih banyak orang dibanding jalur non-busway.
Hingga saat ini baru delapan koridor transjakarta yang beroperasi. Jika nanti 15 koridor transjakarta yang direncanakan telah beroperasi, maka layanan bus pengumpan meningkat dan diperkirakan busway dapat mengangkut sekitar 900.000 penumpang per hari.
Ia menyebutkan, pada 2008 sebanyak 194.000 penumpang transjakarta telah berkontribusi dalam pengurangan 120 ton polutan di Jakarta setiap hari dan pengguna busway ikut menyumbang penghematan BBM sebanyak 14 juta liter dan pengurangan 62.000 ton setiap hari.
Armada busway, katanya, dilengkapi dengan mesin berteknologi yang lebih ramah lingkungan dan dapat mengangkut 85 orang pada saat jam sibuk. Hal tersebut menyebabkan jumlah emisi per kapita yang dihasilkan penumpang busway jauh lebih rendah dibanding pengguna kendaraan bermotor pribadi.
Selain itu, armada busway menggunakan bahan bakar gas (BBG) yang lebih bersih dibanding dengan diesel. Busway memiliki jalur khusus untuk menghindari macet sehingga dapat berjalan dengan lancar dan menghemat bahan bakar serta menghasilkan lebih sedikit polusi udara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang