Korut Jebloskan 2 Wartawati AS ke Penjara

Kompas.com - 08/06/2009, 13:27 WIB

SEOUL, KOMPAS.com — Sebuah pengadilan Korea Utara, Senin (8/6), menjatuhkan hukuman atas dua wartawati AS selama 12 tahun di sebuah kamp buruh. "Pengadilan itu mengonfirmasi kejahatan berat yang mereka lakukan terhadap bangsa Korea dan penyeberangan perbatasan yang tidak sah," demikian laporan kantor berita Sentral Korea (KCNA) tanpa secara khusus menyebutkan pelanggaran itu.

Laura Ling dan Euna Lee ditahan para penjaga perbatasan Korea Utara pada 17 Maret ketika mereka sedang mencari kisah mengenai pengungsi yang melarikan diri dari Utara. Pyongyang sebelumnya mengatakan, kedua wartawati tersebut akan diadili karena "tindakan permusuhan" selain masuk Korea Utara secara tidak sah.
    
Hukuman itu tentu akan semakin meningkatkan ketegangan antara Pyongyang dan Washington. Ketegangan bermula setelah Korea Utara menggelar uji coba nuklir Utara pada 25 Mei dan berencana menguji coba roket jarak jauh.
    
Menlu AS Hillary Clinton mengatakan, tuduhan terhadap wartawati itu tidak mendasar dan mereka seharusnya diperbolehkan pulang. Beberapa pengamat berpendapat, kedua wanita itu kemungkinan dapat dijadikan bidak dalam upaya membuka pembicaraan langsung antara Korut dan AS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau