Konsumsi "Softdrink" Berlebihan Lemaskan Otot

Kompas.com - 08/06/2009, 13:58 WIB

KOMPAS.com — Para penggemar minuman bersoda tampaknya perlu memperhatikan takaran konsumsinya. Menurut penelitian, konsumsi softdrink lebih dari satu liter per hari bisa menyebabkan penipisan potasium di tubuh yang bisa membuat otot menjadi lemas, bahkan lumpuh.

"Ada orang yang mengonsumsi softdrink secara berlebihan. Kami punya beberapa fakta," kata Dr Moses Elisaf dari Universitas Ioannina, Yunani, dalam International Journal of Clinical Practice. Elisaf dan rekannya mencatat enam kasus penipisan potasium akibat minuman bersoda. Dalam kasus tersebut, softdrink yang diminum bervariasi, mulai dari 2-9 liter sehari.

"Untunglah semua pasien bisa pulih kembali setelah mereka menghentikan konsumsi softdrink dan mendapat suplemen potasium untuk mengganti yang hilang," tulis Elisaf. Ion potasium merupakan bagian dari mineral. Pada tubuh, potasium terdapat dalam jaringan dan sel.

Walau sangat jarang ditemui ada orang mengonsumsi minuman bersoda hingga lebih dari satu liter per hari, namun produsen minuman seharusnya memberi edukasi kepada konsumennya.

"Industri softdrink harus mempromosikan aturan konsumsi minuman dalam batas normal agar konsumen mengurangi jumlahnya sesuai aturan kesehatan," kata Dr Clifford D.Packer dari Louis Stoke Cleveland Medical Center.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau