JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina, Ciptadana Securities, serta konsorsium Northstar dan Saratoga Capital akan bertarung memperebutkan 37,15 persen saham PT Elnusa Tbk (ELSA) milik PT Tridaya Esta. Penasihat investasi Tridaya Esta, Bahana Securities, memastikan, ketiganya telah menyodorkan penawaran pembelian saham ELSA. Batas akhir penawaran pun sudah ditutup sejak Jumat (5/6) lalu.
Kemarin adalah hari pembukaan amplop penawaran ketiga perusahaan itu. "Namun kami belum mengetahui berapa harga penawaran masing-masing," ujar Direktur Investment Banking Bahana Eko Yuliantoro.
Baik Tridaya Esta maupun Bahana Securities belum bersedia mempublikasikan harga penawaran ketiga kontestan. Kuasa Hukum Tridaya Esta Sudiotomo Kartohadiprodjo Noorcahyo hanya bilang, mereka menargetkan divestasi saham ELSA rampung pada pertengahan bulan ini.
Eko menjelaskan, Bahana akan segera mengevaluasi harga penawaran yang disodorkan ketiga perusahaan tersebut. Selanjutnya, Bahana Securities akan mempresentasikan hasil evaluasi itu kepada Tridaya Esta. "Kami akan bertemu Rabu (10/6) besok untuk presentasi," ujarnya. Ia buru-buru menambahkan, penentuan pemenang tender menjadi hak sepenuhnya Tridaya Esta.
Menurut Eko, patokan untuk menentukan pemenang saham ELSA bukan hanya harga penawaran dari ketiga peminat tersebut. "Saya kira ada pertimbangan lain dari pemegang saham," ungkapnya.
Para kontestan juga masih belum bersedia mengungkapkan harga penawaran mereka. Pimpinan Saratoga Sandiaga Uno, misalnya, enggan berkomentar banyak. Dia hanya menyatakan, Northstar-Saratoga sudah memasukkan penawaran Jumat lalu. "Kami diminta menunggu hasilnya seminggu lagi," imbuhnya.
Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu menjelaskan, Northstar-Saratoga sudah menyiapkan dana US$ 150 juta. "Dana itu termasuk untuk pengembangan ELSA ke depan," ungkap Sandiaga. Dia menyatakan hal itu guna membantah kabar bahwa Northstar-Saratoga berniat membayar 80 persen pembelian itu dengan aset.
Sampai tadi malam, manajemen Pertamina juga belum bersedia menjelaskan minat mereka untuk membeli saham Elnusa. Juru bicara Pertamina Basuki Trikora Putra cuma berkomentar pendek, "Semuanya masih dalam proses."
Per 30 April 2009, Pertamina masih menguasai 41,104 persen saham ELSA. Sedangkan Tridaya memiliki 37,152 persen saham dan publik menggenggam 21,743 persen saham.
Rumor panas seputar penjualan saham ELSA sempat berhembus beberapa hari ini. Selain tiga perusahaan itu, sempat beredar kabar bahwa dua perusahaan asing, Petronas dan Nippon Oil Corporation, ikut mengincar saham ELSA. Bahkan, kabarnya Tridaya pun sempat menunjuk CIMB-GK Securities sebagai penasehat investasi yang mengurusi calon pembeli saham ELSA dari investor asing.
Tapi, kemudian CIMB-GK Securities mundur sejak awal. "Sebab, mereka tidak mendapatkan klien asing," ungkap seorang sumber KONTAN.
Desas-desus lainnya mengungkap alasan Tridaya mendadak memundurkan batas penawaran, dari semula 2 Juni menjadi 5 Juni. Sumber KONTAN membisikkan, Tridaya memperpanjang penawaran karena tidak puas dengan penawaran yang masuk.
Kabarnya, pada 2 Juni lalu, Pertamina sudah memasukkan harga penawaran Rp 290 per saham. Sedangkan calon lainnya, Ciptadana Securities, mengajukan harga Rp 315 per saham. Sementara, kongsi Northstar-Saratoga berani memasang harga Rp 450 per saham. (Sandy Baskoro, Ade Jun Firdaus/Kontan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang