Tiga Perusahaan Resmi Menawar Saham ELSA

Kompas.com - 09/06/2009, 08:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina, Ciptadana Securities, serta konsorsium Northstar dan Saratoga Capital akan bertarung memperebutkan 37,15 persen saham PT Elnusa Tbk (ELSA) milik PT Tridaya Esta. Penasihat investasi Tridaya Esta, Bahana Securities, memastikan, ketiganya telah menyodorkan penawaran pembelian saham ELSA. Batas akhir penawaran pun sudah ditutup sejak Jumat (5/6) lalu.

Kemarin adalah hari pembukaan amplop penawaran ketiga perusahaan itu. "Namun kami belum mengetahui berapa harga penawaran masing-masing," ujar Direktur Investment Banking Bahana Eko Yuliantoro.

Baik Tridaya Esta maupun Bahana Securities belum bersedia mempublikasikan harga penawaran ketiga kontestan. Kuasa Hukum Tridaya Esta Sudiotomo Kartohadiprodjo Noorcahyo hanya bilang, mereka menargetkan divestasi saham ELSA rampung pada pertengahan bulan ini.

Eko menjelaskan, Bahana akan segera mengevaluasi harga penawaran yang disodorkan ketiga perusahaan tersebut. Selanjutnya, Bahana Securities akan mempresentasikan hasil evaluasi itu kepada Tridaya Esta. "Kami akan bertemu Rabu (10/6) besok untuk presentasi," ujarnya. Ia buru-buru menambahkan, penentuan pemenang tender menjadi hak sepenuhnya Tridaya Esta.

Menurut Eko, patokan untuk menentukan pemenang saham ELSA bukan hanya harga penawaran dari ketiga peminat tersebut. "Saya kira ada pertimbangan lain dari pemegang saham," ungkapnya.

Para kontestan juga masih belum bersedia mengungkapkan harga penawaran mereka. Pimpinan Saratoga Sandiaga Uno, misalnya, enggan berkomentar banyak. Dia hanya menyatakan, Northstar-Saratoga sudah memasukkan penawaran Jumat lalu. "Kami diminta menunggu hasilnya seminggu lagi," imbuhnya.

Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu menjelaskan, Northstar-Saratoga sudah menyiapkan dana US$ 150 juta. "Dana itu termasuk untuk pengembangan ELSA ke depan," ungkap Sandiaga. Dia menyatakan hal itu guna membantah kabar bahwa Northstar-Saratoga berniat membayar 80 persen pembelian itu dengan aset.

Sampai tadi malam, manajemen Pertamina juga belum bersedia menjelaskan minat mereka untuk membeli saham Elnusa. Juru bicara Pertamina Basuki Trikora Putra cuma berkomentar pendek, "Semuanya masih dalam proses."

Per 30 April 2009, Pertamina masih menguasai 41,104 persen saham ELSA. Sedangkan Tridaya memiliki 37,152 persen saham dan publik menggenggam 21,743 persen saham.

Rumor panas seputar penjualan saham ELSA sempat berhembus beberapa hari ini. Selain tiga perusahaan itu, sempat beredar kabar bahwa dua perusahaan asing, Petronas dan Nippon Oil Corporation, ikut mengincar saham ELSA. Bahkan, kabarnya Tridaya pun sempat menunjuk CIMB-GK Securities sebagai penasehat investasi yang mengurusi calon pembeli saham ELSA dari investor asing.

Tapi, kemudian CIMB-GK Securities mundur sejak awal. "Sebab, mereka tidak mendapatkan klien asing," ungkap seorang sumber KONTAN.

Desas-desus lainnya mengungkap alasan Tridaya mendadak memundurkan batas penawaran, dari semula 2 Juni menjadi 5 Juni. Sumber KONTAN membisikkan, Tridaya memperpanjang penawaran karena tidak puas dengan penawaran yang masuk.

Kabarnya, pada 2 Juni lalu, Pertamina sudah memasukkan harga penawaran Rp 290 per saham. Sedangkan calon lainnya, Ciptadana Securities, mengajukan harga Rp 315 per saham. Sementara, kongsi Northstar-Saratoga berani memasang harga Rp 450 per saham. (Sandy Baskoro, Ade Jun Firdaus/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau