JAKARTA, KOMPAS.com — Tradisi bagi-bagi cincin kepada para anggota DPR yang akan mengakhiri masa tugasnya kini mulai dipertanyakan maknanya oleh beberapa anggotanya.
Padahal, menurut Sekretaris Jenderal DPR Nining Indra Saleh, dana pengadaan sebesar Rp 1,9 miliar telah dialokasikan dan hanya digunakan saja. "Tentunya kami akan memilih yang paling murah," ujar Nining kepada wartawan di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Selasa (9/6).
Ketua DPR Agung Laksono sudah mengatakan bahwa bagi-bagi cincin tersebut tidak memiliki makna substansial dan hanya tradisi semata. "Bahkan, sudah ada anggota DPR yang menerima lebih dari dua kali," imbuhnya.
Lantas, apakah tradisi bagi-bagi cincin tersebut tetap dilanggengkan? Sore ini, Agung akan memanggil Nining dan Badan Urusan Rumah Tangga DPR.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang