JAKARTA, KOMPAS.com — Penjelasan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenai pentingnya berutang dinilai terlalu naif dan pragmatis.
Direktur Eksekutif Institute Global for Justice (IGJ) Indah Sukmaningsih berpendapat, ungkapan Menkeu bahwa utang itu baik tidak tepat. "Contoh dia mengenai orangtuanya yang berutang untuk menyekolahkan anak-anaknya tidaklah tepat, terlalu menganggap enteng," ujar Indah dalam konferensi pers, Selasa (9/6).
Menurut Indah, orangtua Menkeu melakukan pengontrolan yang ketat terhadap penggunaan utang tersebut. "Mereka mengerti dengan benar aturan utang tersebut dan penggunaannya juga tepat," kata Indah. "Tidak begitu dengan pemerintah, kontrak utang tidak dimaknai dengan benar dan banyak terjebak, beberapa klausul justru merugikan," imbuhnya.
Pemerintah, lanjutnya, juga tidak menggunakan utang dengan baik sehingga menjadi bumerang. "Utang tidak diposkan secara tepat, jadi jangan salahkan kalau 'anak-anak' tidak berhasil," terangnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang