Tanpa Hendrawan? Kesempatan Davis untuk Membuktikan Diri

Kompas.com - 09/06/2009, 18:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Seusai Piala Sudirman bulan Mei lalu, Hendrawan langsung meninggalkan Pelatnas Cipayung karena memilih untuk menjadi pelatih di Malaysia. Dengan demikian, kursi pelatih sektor tunggal putra di Cipayung kosong dan untuk sementara diisi asistennya, Davis Efraim.

Nah, apakah tanpa Hendrawan persiapan para pemain tunggal putra di Pelatnas Cipayung akan terganggu? Bagaimana persiapan mereka menghadapi Djarum Indonesia Open Super Series 2009 ini?

"Program latihan tetap berjalan lancar dan kami tetap optimistis Sony (Dwi Kuncoro) dan Simon (Santoso) mampu tampil dengan penuh semangat meskipun sudah ditinggalkan Hendrawan," ungkap Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh, Selasa (9/6).

"Malah ini adalah kesempatan bagi Davis (Efraim) untuk membuktikan bahwa dia juga bisa berprestasi dengan membawa para pemain binaannya, termasuk para pemain muda, meraih prestasi terbaik di sini," tambah Lius.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Sub Bidang Pelatnas PB PBSI Christian Hadinata. Menurutnya, semangat para pemain tak luntur meskipun Hendrawan memilih untuk keluar.

Tahun lalu, Indonesia mendapatkan dua gelar pada turnamen super series ini, masing-masing dari Vita Marissa/Liliyana Natsir di nomor ganda putri dan Sony Dwi Kuncoro dari tunggal putra.

Pada tahun ini, peta kekuatan di nomor ganda putri telah berubah karena Vita sudah keluar dari pelatnas. Dengan demikian, Liliyana tak punya pasangan untuk tampil. Sementara itu, Sony tetap menjadi andalan dan diharapkan bisa mempertahankan gelarnya.

Christian mengakui hal itu. Namun, dia tetap optimistis Indonesia tetap bisa meraih dua gelar meskipun nomor ganda putri mungkin sulit.

"Saya kira targetnya minimal seperti tahun lalu di mana Indonesia bisa dapat dua gelar. Mungkin tahun ini sektor ganda putri ada perubahan kekuatan setelah Vita keluar, tetapi gelar bisa saja dipersembahkan dari sektor lain di samping dari tunggal putra," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau