Deklarasi Dukungan Capres Mulai Marak

Kompas.com - 09/06/2009, 21:19 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Deklarasi dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden mulai marak di Yogyakarta. Beberapa elemen masyarakat di Yogyakarta yang bergabung dalam Koalisi Kerakyatan, Selasa (9/6), di Yogyakarta mendeklarasikan dukungan kepada pasangan capres Susilo Bambang Yudhoyono dan cawapres Boediono. Dengan dukungan itu mereka meminta pasangan SBY-Boediono jika terpilih dapat melaksanakan lima program yang menjadi aspirasi mereka.

Deklarasi gerakan Koalisi Kerakyatan di Gedung Bimo Yogyakarta ini diikuti ratusan orang. Deklarasi ini merupakan rangkaian deklarasi yang sudah dilakukan Koalisi Kerakyatan di sejumlah daerah seperti Jakarta, Bandung, Serang, Lampung, dan Surabaya. Mereka yang tergabung dalam gerakan ini antara lain, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Yogyakarta, Paguyuban Masyarakat Becak, Masyarakat Pinggiran Kali Code, dan gabungan kelompok tani dan buruh.  

"Kami tidak hanya menggalang suara dan menyampaikan dukungan saja. Namun, gerakan ini akan menyalurkan aspirasi dari kelompok-kelompok masyarakat kecil dan mahasiswa kepada pasangan SBY-Boediono," ungkap Ali Ridho, Wakil Koordinator Nasional Koalisi Kerakyatan.

Aspirasi kelompok-kelompok pendukung telah dirumuskan dalam lima program di antaranya mempertahankan sistem ekonomi yang stabil dan kondusif, melanjutkan program prorakyat seperti prorgam nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri, kredit usaha rakyat, bantuan langsung tunai dan sekolah gratis. Di samping itu menin gkatkan upah buruh, kesehatan dan keselamatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Secara terpisah, Heroe Purwadi sekretaris DPW Partai Amanat nasional yang juga ketua Tim Internal pemenangan Pilpres PAN DIY mengungkapan, seluruh jajaran dan struktural PAN DIY telah selesai melakukan konsolidasi tim internal pemenangan pilpres SBY-Boediono.

Tim selanjutnya telah berkoordinasi sampai tingkat kelurahan. Targetnya menyatukan langkah memenang kan SBY-Boediono. Target minimal adalah memperoleh suara sebagaimana yang diraih dalam pemilu 9 April, katanya.

Sementara itu, sejumlah fungsionaris PAN DIY justru menyatakn dukungan kepada pasangan Jusuf Kalla-Wiranto. Mereka di antaranya Isdianto, Wakil Ketua Sekretaris DPW PAN DIY bersama Geofani Satria, Wakil Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu DPW PAN DIY.

Isdianto menuturkan, meski secara kelembagaan, PAN mendukung pasangan SBY-Boediono tetapi dukungan kepada capres diserahkan ke personal tanpa dikenai sanksi. Ini gerakan murni arus bawah. Sekitar 75 persen massa dan kader PAN DIY akan ke JK-Wiranto," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau