Krisis Tak Pengaruhi Belanja "Online"

Kompas.com - 10/06/2009, 09:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Krisis ekonomi global ternyata tidak begitu berpengaruh terhadap konsumen untuk melakukan belanja online lewat internet (e-commerce). Berdasarkan survei Visa e-Commerce Consumer Monitor, konsumen di wilayah Asia Pasifik pada kuartal terakhir tahun 2008 tetap stabil seperti dua kuartal sebelumnya.

“Survei kami menunjukkan, belanja online lebih memberi kenyamanan dalam kondisi ekonomi yang sedang tidak pasti," sebut Country Manager Indonesia Visa Ellyana C Fuad dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Survei dilakukan Ipsos terhadap 9.142 responden berumur 18-49 tahun di enam negara yakni Hongkong, Singapura, Jepang, Korea, Australia, dan India.

Hasil survei menunjukkan pada kuartal terakhir 2008 responden membelanjakan rata-rata 3.109 dollar AS tahun lalu, mendekati laporan rata-rata pembelanjaan e-commerce dua kuartal sebelumnya yang berakhir pada Juni 2008 dan September 2008, yakni 3.009 dollar AS dan 2.784 dollar AS.

Konsumen Singapura menjadi yang paling banyak membelanjakan duitnya di internet yakni mencapai 4.018 dollar AS, kemudian disusul oleh Hongkong (3.791 dollar AS), dan India (3.442 dollar AS). "Pembelanjaan online di negara-negara tersebut juga menunjukkan peningkatan kuartal ke kuartal terbesar," sebut Ellyana.

Namun, warga Hongkong melakukan pembelajaan lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode survei yang sebelumnya. Sedangkan India dan Singapura masing-masing meningkat sebanyak 42 persen dan 34 persen.

Di antara kategori utama yang disurvei, tiga area yang paling diminati konsumen adalah sektor yang terkait dengan layanan travelling, yakni maskapai/tiket penerbangan (970 dollar AS), travel agent online (647 dollar AS), dan akomodasi (527 dollar AS).

“Internet memiliki daya tarik yang kuat bagi konsumen di Asia Pasifik yang memiliki minat travelling. Mulai dari penawaran belanja yang lebih murah sampai melakukan reservasi akomodasi di internet, konsumen dapat menikmati kenyamanan belanja untuk layanan travel secara online," sebutnya.

Survei juga menunjukkan transaksi lintas batas melalui internet meningkat hampir 40 persen dari 263 dollar AS di kuartal ketiga tahun 2008 menjadi 368 dollar AS pada kuartal keempat.

Menurut Ellyana, tren belanja terlihat menjanjikan karena 81 persen dari responden menyatakan mereka akan kembali melakukan pembelanjaan online pada 12 bulan mendatang. Responden dari Korea (96 persen) menjadi yang paling banyak ingin melakukan belanja online di wilayah Asia Pasifik, diikuti Jepang (90 persen), dan Australia (83 persen).

"Survei ini dapat menjadi panduan bagi pelaku retail online yang ingin mendapatkan dan mempertahankan pelanggan," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau