NGAWI, KOMPAS.com — Hari pertama Ujian Nasional (UN) Ulang atau Pengganti di SMA 2 Ngawi, Rabu (10/6), tidak diikuti oleh empat orang pelajar. Panitia tidak mengetahui alasan ketidakhadiran mereka.
Hal tersebut dituturkan oleh Abimanyu, Kepala Dinas Pendidikan Ngawi, Jawa Timur, Rabu (10/6). Abimanyu mengatakan, empat pelajar itu berasal dari SMA Ma'arif, Ngawi. SMA Ma'arif bersama SMA Karya Pembangunan Ngawi digabung melakukan UN di SMAN 2 Ngawi.
"Dari 59 pelajar SMA Ma'arif, ada empat orang tidak hadir," ujar Abimanyu di sela-sela meninjau UN Pengganti tersebut. Keempat siswa itu dipastikan tidak lulus UN. Pasalnya, tidak ada lagi susulan untuk UN.
"Untuk lulus peserta harus dapat nilai minimal 5,00 pada tiap mata pelajaran, kalau tidak ikut ujian otomatis nilainya nol," ujarnya.
Seperti diketahui, sebanyak 34 SMA di Indonesia diharuskan mengikuti UN Pengganti. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menemukan indikasi kecurangan dan kesalahan teknis pada Lembar Jawaban Peserta di SMA-SMA tersebut.
Namun, UN Pengganti ini tidak untuk semua mata ujian. Di SMAN 2 Ngawi, misalnya, peserta kelompok IPA hanya harus mengikuti UN Pengganti untuk Bahasa Indonesia. Sementara itu, untuk kelompok IPS, UN hanya untuk mata ujian Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, dan Geografi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang