Duh, di UN Pengganti Masih "Bolos" Juga

Kompas.com - 10/06/2009, 10:02 WIB

NGAWI, KOMPAS.com — Hari pertama Ujian Nasional (UN) Ulang atau Pengganti di SMA 2 Ngawi, Rabu (10/6), tidak diikuti oleh empat orang pelajar. Panitia tidak mengetahui alasan ketidakhadiran mereka.

Hal tersebut dituturkan oleh Abimanyu, Kepala Dinas Pendidikan Ngawi, Jawa Timur, Rabu (10/6). Abimanyu mengatakan, empat pelajar itu berasal dari SMA Ma'arif, Ngawi. SMA Ma'arif bersama SMA Karya Pembangunan Ngawi digabung melakukan UN di SMAN 2 Ngawi.

"Dari 59 pelajar SMA Ma'arif, ada empat orang tidak hadir," ujar Abimanyu di sela-sela meninjau UN Pengganti tersebut. Keempat siswa itu dipastikan tidak lulus UN. Pasalnya, tidak ada lagi susulan untuk UN.

"Untuk lulus peserta harus dapat nilai minimal 5,00 pada tiap mata pelajaran, kalau tidak ikut ujian otomatis nilainya nol," ujarnya.

Seperti diketahui, sebanyak 34 SMA di Indonesia diharuskan mengikuti UN Pengganti. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menemukan indikasi kecurangan dan kesalahan teknis pada Lembar Jawaban Peserta di SMA-SMA tersebut.

Namun, UN Pengganti ini tidak untuk semua mata ujian. Di SMAN 2 Ngawi, misalnya, peserta kelompok IPA hanya harus mengikuti UN Pengganti untuk Bahasa Indonesia. Sementara itu, untuk kelompok IPS, UN hanya untuk mata ujian Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, dan Geografi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau