JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan bahwa usia alutsista bukan merupakan penyebab utama atas banyaknya kecelakaan pesawat TNI. "Itu (usia alutsista) bukan sebab utama, apalagi sebab satu-satunya," ujarnya saat jumpa pers di Kantor Departemen Pertahanan Jakarta, Rabu (10/6).
Dikatakan, Departemen Pertahanan dan Mabes TNI telah menggariskan pada Rapim TNI 2007 maupun 2008 bahwa tidak ada kompromi untuk kesiapan operasional dan perawatan alutsista. Namun, menurutnya, untuk perawatan dan pemeliharaan alutsista memang membutuhkan dana yang tidak kecil. Dephan memberi prioritas anggaran untuk perawatan dan pemeliharaan alutsista. "Setua apa pun alutsista yang dibeli, kita tidak ada kompromi (perawatan dan pemeliharaan)," tegasnya.
Ia menambahkan, alutsista setiap angkatan di TNI harus melalui dinas kelayakan teknis masing-masing angkatan. "Tidak ada kapal, pesawat, kendaraan yang tidak diberi persetujuan dari dinas kelayakan," lontarnya.
Juwono mengatakan, antara Dephan dan Komisi I DPR telah melakukan pembicaraan untuk meningkatkan anggaran Dephan dan TNI sekitar 7-10 triliun tahun 2010. "Sebagian besar anggaran tersebut akan kita arahkan untuk pemeliharaan alutsista dan kesiapan operasional. Supaya tingkat keamanan teknis tetap tinggi," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang