MADRID, KOMPAS.com — Demi tekad untuk mempertahankan gelarnya di grand slam Wimbledon, Rafael Nadal siap berangkat dan bertarung, meskipun rasa sakit di kedua lututnya belum hilang. Menurut rencana, pemain nomor satu dunia tersebut akan berangkat ke London pada Selasa pekan depan.
Memang, Nadal sudah mengalami gangguan pada lututnya selama beberapa bulan. Namun, petenis Spanyol tersebut tak peduli dan terus bermain. Ini yang membuat kondisinya agak menurun dan dia akhirnya memutuskan untuk menarik diri dari turnamen lapangan rumput Queens' Club pada pekan ini, yang merupakan pemanasan Wimbledon.
Pada pernyataannya, Selasa (9/6), dua hari setelah melakukan tes medis di Barcelona, Nadal memutuskan untuk melakukan terapi fisik sebagai persiapan tampil di grand slam tersebut yang mulai bergulir 22 Juni.
"Saya akan memberikan 200 persen agar siap tampil di turnamen paling penting di dunia. Saya tidak akan pergi dan bermain (ke turnamen lain), kecuali di Wimbledon Centre Court, jika saya tidak siap 100 persen untuk tampil," ungkap Nadal.
"Saya telah mengalami dua pekan yang sulit, terutama karena saya tidak bisa melakukan apa yang saya inginkan, yaitu bermain tenis," tambah petenis kidal tersebut.
Pekan lalu, Nadal harus melupakan ambisinya untuk menjadi juara lima kali berturut-turut di Perancis Terbuka. Rekor kemenangannya di Roland Garros harus berhenti di angka 31 setelah dia ditaklukkan oleh finalis asal Swedia, Robin Soderling, di babak keempat.
"Saya sudah bermain dengan rasa sakit di kedua lututku selama beberapa bulan, tetapi yang sekarang membuat saya benar-benar rasa sakit sehingga membatasi pergerakanku. Ini memengaruhiku secara mental."
Sementara itu, dokter Federasi Tenis Spanyol, dr Angel Ruiz-Cotorro, mengatakan, tendinitis mendera kedua lutut Nadal. Karena itu, Nadal harus perlu beberapa terapi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang