KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), M Jumhur Hidayat, Rabu (10/6) malam menjenguk Siti Hajar, seorang pembantu asal Garut, yang disiksa majikannya Hau Yuan Tyng, di rumah sakit Universitas Malaya. "Saya langsung terbang dari Manado ke Jakarta kemudian ke Kuala Lumpur terus langsung ke rumah sakit menjenguk Siti Hajar. Ini perintah presiden," kata Jumhur Hidayat, di rumah sakit Universitas Malaya, Selangor.
Ia menjenguk Siti Hajar didampingi oleh Atase Tenaga Kerja KBRI Kuala Lumpur, Teguh H Cahyono. Tak lama kemudian, anggota komisi I DPR Happy Bone Zulkarnaen juga datang membesuk Siti Hajar. "Kami akan memberikan keterangan pers besok (Kamis, 11/6) di KBRI Kuala Lumpur bersama dengan Dubes Da’i Bachtiar," kata Jumhur setelah keluar dari kamar perawatan Siti Hajar.
Siti Hajar dirawat di rumah sakit Universitas Malaya sejak Senin (8/6) akibat disiksa dengan luka parah di kepala dan badannya akibat sering disiram air panas, dipukul dengan rotan dan benda tajam lainnya. Ia bukan hanya disiksa tapi tidak dibayar gajinya selama 34 bulan bekerja.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang