Enaknya Mengemudikan Innova dengan Transmisi Otomatik

Kompas.com - 11/06/2009, 07:47 WIB

KOMPAS.com — Kendati mobil transmisi otomatis makin banyak, kenyataannya masih ada saja yang belum berani atau pas mengoperasikannya. Padahal, dengan transmisi ini, di tengah situasi lalu lintas yang macet, pengemudi memperoleh kenyamanan, tidak perlu susah-susah menginjak kopling dan memainkan tongkat persneling terlalu sering.

Dengan transmisi manual, pada kondisi jalanan yang macet, apalagi padat merayap, dipastikan kaki kiri pegal. Pasalnya, sebentar-sebentar harus menginjak atau menekan pedal kopling. Padahal, dari ketiganya, inilah pedal yang memerlukan tenaga paling besar untuk mengoperasikannya. Di samping itu, tentu saja makin ribet sering-sering pindah gigi, dari ”N” ke “1” atau ke posisi lainnya.

Dengan Innova matik (maksudnya transmisi otomatik), hanya kaki kanan yang bekerja mengoperasikan pedal gas dan rem. Kedua pedal membutuhkan tenaga yang sangat ringan. Jadi lebih nyaman! Kaki kiri pun istirahat total.

Untuk pindah gigi, cukup menggeser tongkat persneling sesuai dengan posisinya. Malah, pada kondisi jalanan macet, padat merayap, dengan tongkat transmisi pada posisi “D”, pengemudi tinggal mengandalkan pedal rem. Pasalnya, untuk bergerak maju sedikit pada kondisi jalanan datar, dengan persneling di “D”, Innova akan berjalan pelan atau merayap dengan sendirinya. Menyenangkan! Kalau perlu agak cepat, baru pedal gas ditekan.

Mau mendahului? Tekan pedal gas dengan cepat atau disebut juga dengan istilah kick down. Mobil akan berakselerasi lebih cepat! Benar-benar enak! Bisa mengurangi stres yang makin berat di jalanan.  

Menghidupkan mesin. Bagi yang hendak memutuskan membeli Kijang Innova otomatik dan belum pernah mengemudikan mobil dengan transmisi ini, sebaiknya kenal dengan tabiat atau tata cara menghidupkan mesin Kijang Innova dengan transmisi otomatik. Sedikit berbeda dibandingkan dengan transmisi manual. Tujuannya demi keamanan.

Mesin baru bisa dihidupkan bila posisi tongkat persneling berada di “P” (parkir) atau “N” dengan pedal rem ditekan sembari ditahan. Sebelum menggeser tongkat transmisi ke “D”, pedal rem ditekan dan ditahan.

Bila hendak jalan, lepaskan pedal rem. Pada kondisi macet, pengemudi bisa jadi cukup menekan dan membebaskan pedal rem. Namun, bila ingin lebih cepat, harus menekan pedal gas. Enak, kan?

Bandingkan dengan transmisi manual: kopling harus ditekan, gigi masuk, lantas pedal kopling dibebaskan secara pelan dan secara bersamaan menekan pedal gas juga dengan pelan dan penuh perasaan. Butuh pengalaman atau penyesuaian!

Gigi Lain. Karena enak menggunakan transmisi otomatik, banyak pula mereka terlena membiarkan posisi Innovanya hanya meluncur pada posisi “D”. Padahal, masih ada yang lain, yaitu ”3”, “2” dan  “L”. Yang terakhir ini adalah gigi rendah, diperlukan jika ingin memanfaatkan efek engine brake yang paling besar, terutama saat berada di turunan. Cara ini bisa membantu kerja rem atau agar rem tidak cepat aus.

Seperti transmisi manual, yang membutuhkan efek engine brake lebih besar saat di turunan, atau tenaga lebih besar buat menanjak atau menarik beban, Anda bisa menggunakan gigi 3, 2 dan L. Semua disesuaikan dengan kondisi. Agar ringan, pakai “3”, lalu ketika mulai berat “2”, dan berat, “terpaksa” harus ke “L”. 

Khusus untuk “L”, disarankan tidak boleh menggunakannya terlalu lama karena bisa merusak transmisi. Tambahan, tongkat transmisi hanya bisa digeser dari “P” ke “R” (mundur), bila pedal rem ditekan dan kunci kontak “ON”.

Tambahan, ketika berhenti, sebaiknya transmisi pada posisi “N” dan fungsikan rem tangan. Begitu juga bila berhenti di tanjakan dan turunan.

Dipastikan, begitu memperoleh kenyamanan Innova transmisi otomatik, Anda tak akan beralih ke manual!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau