NEW YORK, KOMPAS.com — Saham-saham di bursa Wall Street AS, Rabu (10/6) waktu setempat, parkir di zona merah, seiring kekhawatiran pelaku pasar akan meningkatnya tingkat suku bunga dan inflasi.
Pasar merespons negatif, setelah Pemerintah AS menjual 19 miliar obligasi 10 tahun dalam lelang yang relatif lemah. Hanya sedikit yang menawar, tetapi pemerintah mengiming-imingi mereka dengan imbal hasil (yield) yang lebih tinggi dari yang diantisipasi pasar.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 24,04 poin atau 0,3 persen pada 8.739,02 setelah sempat melorot 123 poin setelah pengumuman hasil lelang obligasi.
Sementara indeks Standard & Poor’s 500 melemah 3,28 poin (0,4 persen) menjadi 939,15. Serta indeks komposit Nasdaq berkurang 7,05 poin (0,4 persen) ke 1.853,08.
Para investor khawatir beban utang Pemerintah AS semakin berat sehingga akan memicu tingginya inflasi dan kenaikan tingkat suku bunga. Tingginya suku bunga bisa merintangi pemulihan ekonomi karena akan meningkatkan biaya kredit, sementara tingginya inflasi dapat memukul konsumen dari segi belanja.
Data dari Federal Reserve sedikit menolong Wall Streeet. The Fed dalam "Beige Book" melaporkan bahwa tren penurunan ekonomi 5 dari 12 wilayah AS menunjukkan sinyal moderat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang