Eksepsi Prita: Aku Orang yang Awam Hukum

Kompas.com - 11/06/2009, 11:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — "Aku orang yang awam akan hukum. Tapi aku tidak mau melanggar hukum. Bagiku, pengertian hukum adalah tidak melanggar hak orang lain maupun kepentingan umum, serta hakku jangan sampai dilanggar orang lain...."

Begitulah pembukaan eksepsi (tanggapan atas dakwaan jaksa penuntut umum) milik Prita Mulyasari. Pembukaan itu pula yang menjadi gong pecahnya tangis Prita di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (11/6) ini.

"Karena aku sakit, aku berupaya untuk berobat. Karena aku awam akan kesehatan maka kupasrahkan semua kepada dokter. Maksudku datang ke dokter tak lain ingin sembuh dari penyakit. Tapi nyatanya aku merasa lebih menderita," lanjutnya sambil terisak.

Prita pun menuturkan kronologi peristiwa yang menyeretnya ke meja hijau. Prita mengaku bingung mengapa menyebarluaskan informasi berdasarkan pengalaman dan fakta yang dialaminya sendiri dapat menjebloskannya ke penjara.

Dia mengaku hanya berusaha mendapatkan haknya sebagai seorang pasien dengan meminta penjelasan mengenai keadaan kesehatannya dan hasil laboratorium.

"Ketika aku bertanya, semua bungkam. Ketika aku mengomplain semuanya mengelak. Aku bingung harus berbuat apa. Karena aku merasakan hakku dirampas dengan semena-mena, aku tuliskan pengalamanku dalam surat elektronik," tuturnya.

Prita kecewa jaksa penuntut umum hanya memercayai laporan sepihak yang menyatakan dia telah berbohong dan mencemarkan nama baik dua dokter Rumah Sakit Omni Internasional Tangerang, dr Hengky dan dr Grace. "Aku yakin Allah akan memberikan ganjaran kepada orang-orang yang munafik dan mengingkari janji-Mu. Amin Yaa Rab," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau