JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan teknologi pesan singkat (SMS) dalam Tabulasi Nasional Pilpres 2009 masih menemui kendala. Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Aziz mengatakan rapat pleno KPU telah memutuskan untuk menggunakan teknologi SMS dalam Tabulasi Nasional. Namun, hingga kini Komisioner belum sepakat terkait penambahan bandwith.
Menurutnya, penambahan bandwith perlu dilakukan agar data yang terkumpul melalui sistem SMS tersebut bisa diakses oleh masyarakat melalui website KPU. "Penambahan bandwith belum diputus, itu perlu ditambah, terutama pada saat akses meningkat pada waktu bersamaan, kalau sehari 300 pengakses, maka harus tambah bandwith," Kata Aziz, ketika ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (11/6).
Teknologi SMS ini merupakan hibah dari International Foundation for Electoral System (IFES). Nantinya, KPU akan bekerja sama dengan operator seluler Telkomsel, yang dapat menjangkau jaringan 70-80 persen daerah. IFES akan menanggung biaya pengiriman data dan SMS dari masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS). Namun, untuk proses penayangan tabulasi kepada masyarakat, KPU perlu menyiapkan anggaran sendiri.
"Ini benar-benar program cuma-cuma, KPU mungkin mengeluarkan uang untuk misalnya teman-teman yang menangani penayangan," kata Aziz.
Selain penambahan bandwith, menurut Aziz, hal-hal teknis penayangan tabulasi yang perlu dilakukan KPU antara lain help desk dan operator.
Lebih lanjut ia menjelaskan, suara yang akan dikirimkan ke pusat data center KPU adalah data per TPS. Dengan sistem ini, Aziz memperkirakan sekitar 70 persen TPS akan terpenuhi dan masuk dalam Tabulasi Nasional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang