KPU Belum Sepakat Tambah Bandwith

Kompas.com - 11/06/2009, 15:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan teknologi pesan singkat (SMS) dalam Tabulasi Nasional Pilpres 2009 masih menemui kendala. Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Aziz mengatakan rapat pleno KPU telah memutuskan untuk menggunakan teknologi SMS dalam Tabulasi Nasional. Namun, hingga kini Komisioner belum sepakat terkait penambahan bandwith.

Menurutnya, penambahan bandwith perlu dilakukan agar data yang terkumpul melalui sistem SMS tersebut bisa diakses oleh masyarakat melalui website KPU. "Penambahan bandwith belum diputus, itu perlu ditambah, terutama pada saat akses meningkat pada waktu bersamaan, kalau sehari 300 pengakses, maka harus tambah bandwith," Kata Aziz, ketika ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (11/6).

Teknologi SMS ini merupakan hibah dari International Foundation for Electoral System (IFES). Nantinya, KPU akan bekerja sama dengan operator seluler Telkomsel, yang dapat menjangkau jaringan 70-80 persen daerah. IFES akan menanggung biaya pengiriman data dan SMS dari masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS). Namun, untuk proses penayangan tabulasi kepada masyarakat, KPU perlu menyiapkan anggaran sendiri.

"Ini benar-benar program cuma-cuma, KPU mungkin mengeluarkan uang untuk misalnya teman-teman yang menangani penayangan," kata Aziz.

Selain penambahan bandwith, menurut Aziz, hal-hal teknis penayangan tabulasi yang perlu dilakukan KPU antara lain help desk dan operator.

Lebih lanjut ia menjelaskan, suara yang akan dikirimkan ke pusat data center KPU adalah data per TPS. Dengan sistem ini, Aziz memperkirakan sekitar 70 persen TPS akan terpenuhi dan masuk dalam Tabulasi Nasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau