BEIJING, KOMPAS.com — Pantaslah kalau China tahun ini berani mengklaim bahwa pasar otomotifnya bisa menembus lebih dari 10 juta unit tahun ini. Paket stimulus untuk industri otomotifnya ternyata mampu mendongkrak penjualan mobilnya. Di luar dugaan lagi, konsumen harus indenj sampai dua bulan lamanya.
Untuk mendapatkan Yuedong Elantra keluaran Hyundai, pembeli harus menunggu sekitar tiga minggu. Malah, Honda CR-V sampai harus menunggu delapan minggu.
“Delapan teman meminta saya untuk menelepon atau menuliskan nota untuk mempercepat proses pembelian mobil. Jika melihat situasi global saat ini, permintaan mobil di China benar-benar tinggi,” ujar Zhao Hang, President China Automotive Technology & Research Center.
Melonjaknya angka penjualan mobil hingga 14 persen sekarang ini di luar prediksi para produsen mobil. Mereka bahkan tidak mampu memenuhi permintaan dalam negeri kendati sudah mengurangi ekspor ke beberapa negara seperti AS dan Eropa.
Sekadar informasi, China Association of Automobile Manufacturers pada Januari lalu meramalkan adanya kenaikan sebesar 5 persen penjualan otomotif di 2009. Ini dikarenakan terjadinya penurunan penjualan dalam lima bulan terakhir 2008. Prediksi yang sama juga dibuat oleh General Motors Corp, yang merupakan produsen otomotif luar negeri terbesar di China.
Dalam perjalanannya, hal itu sungguh di luar dugaan dan cukup mengejutkan. Penjualan mobil China melonjak tajam karena kebijakan Pemerintah "Negeri Panda" itu. Di antaranya, adanya penawaran subsidi bagi para pengemudi di daerah pedesaan, memangkas pajak, dan menggelontorkan paket stimulus senilai lebih dari 4 triliun yuan atau 585 miliar dollar AS. Ternyata, kebijakan tersebut telah menyuburkan market otomotifnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang