Pakai Kacamata atau Lensa Kontak?

Kompas.com - 11/06/2009, 17:16 WIB

KOMPAS.com - “Masih banyak orang salah paham dengan keberadaan lensa kontak. Menganggap bahwa lensa kontak adalah alat untuk mengganti kacamata,” ujar Danny Widodo, Country Head Indonesia dari Ciba Vision, produsen lensa kontak asal Amerika dalam peluncuran lensa kontak terbarunya, Dailies Comfort, di restoran Segarra, Ancol, Rabu (10/06).

Menurut Danny Widodo, “Kacamata dan lensa kontak itu berjalan berdampingan. Setiap pemakai lensa kontak pasti memiliki kacamata. Jadi, tidak benar lensa kontak itu alat pengganti kacamata. Melainkan lensa kontak adalah alat alternatif untuk menggantikan kacamata di saat-saat yang tidak memungkinkan untuk menggunakan kacamata.”

Ditambahkan Danny, bahwa ada saat-saat ketika kacamata tidak dapat dikenakan karena alasan tertentu, misalnya saat berolahraga, atau berada di depan komputer berjam-jam (bisa meninggalkan bekas di dekat hidung), saat sedang ingin tampil gaya tanpa kacamata, atau tidak bisa menyesuaikan gaya hidup. Dengan demikian Anda bisa memilih lensa kontak sesuai kebutuhannya. Misalnya, untuk bergaya bisa memakai lensa kontak warna-warni, atau untuk yang bekerja lebih dari 10 jam di depan komputer. Selain itu untuk mencegah rasa sakit dan pegal di daerah hidung, tempat bersangganya kacamata.

Sayangnya, masih belum banyak orang yang mau menggunakan lensa kontak. Diterangkan oleh Lanny Surachman, salah satu perwakilan Ciba Vision, dari riset yang dilakukan oleh Ciba Vision, pada pemakai kacamata enggan menggunakan lensa kontak karena faktor kenyamanan. Dari responden yang berjumlah kurang lebih 250 responden di Amerika, sebanyak 47 persen pernah mengenakan lensa kontak, namun tidak lagi menggunakannya karena adanya keluhan kenyamanan. Sebanyak 76 persen dari seluruh responden tersebut menginginkan lensa kontak yang nyaman dan bisa digunakan dari pagi hingga malam.

Hasil riset inilah yang membuat Ciba Vision mengeluarkan produk lensa kontak harian terbarunya, Dailies Aqua Comfort Plus (disingkat dengan Dailies Comfort). Diterangkan Danny, bahwa produk lensa kontak harian ini memiliki kandungan Triple-Action Moisture, yang memberikan tiga keuntungan saat digunakan. Yang pertama adalah untuk melumasi (bantalan pelumas antara mata dan lensa kontak), kemudian melembabkan, dan menyegarkan sepanjang hari. Teknologi yang baru digunakan pertama kali di dunia ini memiliki pelembab yang bisa teraktivasi setiap kali mata dikedipkan. Tersedia untuk lensa berukuran -0,5D hingga -10D di konter-konter kacamata, dengan harga Rp 275.000,- per 30 pasang (untuk 15 kali pemakaian). Produk ini juga menjawab keinginan para responden yang disebutkan di awal, bahwa lensa kontak ini masih efektif digunakan selama 24 jam.

Menyangkut mata merah karena penggunaan lensa kontak, Danny menjawab bahwa kemungkinan terbesar hal tersebut disebabkan mata teriritasi akibat kurangnya asupan oksigen yang mengalir ke mata. Maka jika mengenakan lensa kontak yang melembabkan seperti produk ini, mata merah akan terhindari.

Danny mengatakan, kesalahan umum yang sering dilakukan oleh para pengguna lensa kontak adalah salah melakukan perawatan dan abuse. Pertama, dipakai terus-menerus tetapi tidak dirawat. Setiap harinya, mata kita mengeluarkan kotoran, entah itu protein, lemak, atau debu. Lensa kontak memiliki daya tahan tertentu, tidak bisa menampung banyak kotoran, maka diperlukan perawatan kebersihan yang teratur (khusus untuk lensa kontak mingguan atau bulanan). Kedua, abuse, dalam artian jika tidak menggunakan sesuai aturan main yang dicantumkan. Misalnya, menggunakan lensa kontak harian namun dipakai lebih dari sehari (atau waktu yang dianjurkan), sehingga tidak akan berfungsi semestinya lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau