Juli, Indonesia-Malaysia Berunding Lagi soal Ambalat

Kompas.com - 11/06/2009, 18:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Upaya penyelesaian sengketa perairan Ambalat, Kalimantan Timur, terus ditempuh oleh pemerintahan dua negara, Indonesia dan Malaysia.

Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan, perundingan babak ke-14 akan digelar Indonesia dan Malaysia pada bulan Juli mendatang di Kuala Lumpur, Malaysia. Perundingan ke-14 ini merupakan proses panjang sejak menyeruaknya sengketa Ambalat pada Maret 2005.

"Pemerintah menekankan supaya perundingan tentang batas wilayah dipercepat babak 14, yang akan dimulai pada bulan Juli," kata Juwono di Gedung DPR, seusai mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi I DPR, Kamis (11/6) petang.

Hal lain yang menjadi perhatian pemerintah saat ini adalah menyerukan agar menghindari provokatif oleh Tentara Diraja Laut Malaysia. "Mengenai ini, sudah diakui dan disanggupi oleh Panglima Tentara Diraja Laut Malaysia, yaitu menghindari provokasi pada tingkat gelar kekuatan," ujarnya.

Pemerintah Indonesia juga menegaskan akan menjaga kedaulatan NKRI dan menyatakan bahwa Ambalat merupakan wilayah Indonesia. Secara hukum dan faktual, Juwono menjelaskan, posisi Indonesia cukup kuat.

"Karena secara hukum, kita patuh pada prinsip negara kepulauan dan secara faktual kita lebih dulu memberi konsesi pada dua perusahaan asing untuk mengelola Ambalat," kata Juwono.

Jika pembicaraan babak ke-14 tidak menemui titik temu, Pemerintah Indonesia sudah menyiapkan tim teknis yang diketuai Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional Arif Hafaz Wiroseno dan beranggotakan wakil dari Bakosurtanal, TNI AL, dan Departemen Pertahanan. Tim teknis ini, dikatakannya, untuk menguatkan posisi tawar diplomat yang akan berunding.

Alotnya penyelesaian masalah Ambalat, dikatakan Juwono, karena Malaysia sejak 2004-2005 menetapkan garis hak daulat atas perairan yang mengundang gugatan oleh negara tetangganya, seperti Singapura, Vietnam, Filipina, dan China. Juwono juga menegaskan, tidak akan ada penambahan kekuatan di wilayah sengketa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau