Penjualan Ritel Naik, Wall Street Hijau

Kompas.com - 12/06/2009, 07:43 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Saham-saham Wall Street berakhir dengan kenaikan moderat pada Kamis (11/6) waktu setempat karena data menunjukkan sebuah kenaikan dalam penjualan ritel AS dan klaim pengangguran turun  membantu menenangkan kekhawatiran dari meningkatnya harga minyak dan tingkat suku bunga.
    
Pasar juga menunjukkan sebuah pengenduran dari tekanan pasar obligasi, setelah permintaan dalam lelang obligasi negara menguat, membantu indeks Dow Jones Industrial Average naik 31,90 poin, atau 0,37 persen, menjadi ditutup pada 8.770,92.

Indeks komposit teknologi berat Nasdaq bertambah 9,29 poin, atau 0,50 persen, menjadi 1.862,37 dan indeks Standard & Poor’s 500 meningkat 5,74 poin, atau 0,61 persen, menjadi 944,89.

Pasar bereaksi terhadap berita penjualan ritel AS naik pada Mei untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, meski terbesar dari kenaikan tersebut berasal dari kenaikan harga bensin.

Laporan terpisah lainnya menunjukkan, klaim baru untuk manfaat pengangguran AS pekan lalu turun untuk kali keempat pekan berturut-turut. "Pemulihan sudah berada di jalan, meskipun seperti dikatakan lagu, ’jika hanya (kami) dapat menunggu’," kata  Joel Naroff dari Naroff Economic Advisors.

Naroff mengatakan, laporan ritel "adalah permukaan yang bagus dan detailnya pun tidak buruk. Saya tidak mengira setiap orang diperkirakan mulai membelanjakan sebagian uangnya pada apapun. Tetapi mereka telah mulai mencelupkan jari kaki kembali ke dalam air perbelanjaan dan itu sebuah perkembangan positif."

Dia menambahkan bahwa laporan pengangguran menunjukkan "kami sedang membuat tidak ada kemajuan pada orang-orang yang tergulung pengangguran karena klaim terus meningkat .... Secara keseluruhan, laporan hari ini menjaga kecenderungan naik dari data yang menunjukkan  sebuah pelambatan dalam resesi."

Tingkat pengembalian (yield) obligasi turun setelah sebuah lelang obligasi negara berjangka 30-tahun, membantu mengurangi kekhawatiran tentang meningkatnya pasang utang AS.

Yield pada obligasi negara berjangka 10 tahun, yang sempat mencapai di atas 4,0 persen, jatuh menjadi 3,862 persen dari 3,936 persen pada Rabu dan pada obligasi berjangka 30 tahun berkurang menjadi 4,692 persen terhadap 4,749 persen.

"Menguatnya permintaan pada lelang obligasi negara berjangka 30 tahun pada Kamis, mendorong yield turun, namun penurunan substansial lebih lanjut diperlukan untuk memelihara stabilitas baru-baru ini dalam penjualan rumah dan peluang lebih lanjut untuk pemulihan ekonomi," kata Ryan Sweet dari Moody’s Economy.com.

"Jika suku bunga jangka panjang gagal membalikan beberapa dari kenaikan mereka baru-baru ini, Federal Reserve mungkin perlu mengintensifkan kebijakan pelonggaran kuantitatifnya," kata dia, sehubungan upaya bank sentral membeli surat utang untuk menjada suku bunga tetap rendah.

Di antara saham-saham utama, Delta Air Lines naik 1,53 persen menjadi 6,66 dollar AS setelah maskapai penerbangan terbesar dunia itu mengatakan akan mengurangi kapasitas penerbangan 10 persen dalam menghadapi menurunnya perjalanan dan meningkatnya biaya bahan bakar minyak.

Bank of America melangkah naik 8,26 persen menjadi 12,97 dollar AS setelah sebuah pialang menaikkan peringkatnya. Kenaikan peringkat lain membantu rivalnya, BB&T, yang melompat 1,58 persen menjadi 22,56 dollar AS.

General Electric menguat 0,45 persen menjadi 13,46 dollar AS setelah divisi energinya memperoleh kontrak untuk generator pembangkit listrik di Bahrain.

Di sektor teknologi, Qualcomm turun 0,33 persen menjadi 45,98 dollar AS, namun Dell bertambah 2,55 persen menjadi 13,27 dollar AS setelah mengatakan raksasa komputer itu sedang mencari akuisisi baru.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau