Sanksi PBB Bakal Lebih Keras

Kompas.com - 12/06/2009, 14:21 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Jepang, Jumat (12/6), mengatakan satu-satunya jalan bagi Korea Utara (Korut) untuk tetap bertahan dalam masyarakat internasional adalah mematuhi sebuah resolusi PBB yang diharapkan akan dikeluarkan Jumat dan menghentikan program-program rudal dan nuklirnya.
    
Dewan Keamanan PBB di New York diperkirakan akan menyetujui  sanksi-sanksi yang lebih keras terhadap rezim komunis yang terkucil itu untuk menghukumnya karena melakukan uji-uji coba nuklir dan rudal balistik yang memicu kecaman internasional.
    
Mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB adalah satu-satunya jalan bagi Korut untuk dapat bertahan di masyarakat internasional," kata juru bicara penting pemerintah Jepang Takeo Kawamura dalam satu penjelasan kepada wartawan di Tokyo.

"Ini juga akan membantu kepentingan nasional Korut," ujarnya.
     
Korut bulan lalu melakukan uji coba nuklir kedua,yang meningkatkan ketegangan regional setelah negara itu meluncurkan  rudal jarak jauh April lalu melintasi wilayah Jepang dan pengunduran dirinya  dari perundingan denuklirisasi enam negara.
     
Para pejabat intelijen mengingatkan Presiden Barack Obama bahwa Korut berniat menanggapi sebuah resolusi PBB yang mengecam tindakan negara komunis untuk melakukan uji coba nuklir lainnya, kata stasiun televisi Fox News mengutip sumber-sumber intelijen AS.
     
Ditanya tentang berita itu, Kawamura  mengatakan," \Kami mengetahui laporan-laporan seperti itu, dan pemerintah memiliki akses ke berbagai informasi. Tetapi saya menolak berkomentar mengenai mereka di sini, karena hal itu menyangkut intelijen."
     
Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara  menurut rencana akan bersidang di New York pukul 11:00 waktu New York (22:00 WIB) Jumat untuk mmemutuskan tentang rancangan resolusi yang sudah disepakati oleh lima anggota tetap Dewan keamanan -- Inggris, Perancis, AS, China dan Rusia-- plus Jepang dan Korea Selatan.
     
Rancangan resolusi itu menyerukan negara-negara anggota PBB  untuk meningkatkan sanksi-sanksi, termasuk pemeriksaan-pemeriksaan lebih ketat terhadap kargo yang dicurigai berisikan barang-barang terlarang  berkaitan dengan aktivitas-aktivitas nuklir dan rudal balistik Korut, embargo senjata yang lebih diperketat-- dengan pengecualian senjata-senjata ringan -- dan pelarangan keuangan baru.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau