Wapres: Perlu Langkah Segera Tangani Alutsista

Kompas.com - 12/06/2009, 21:21 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, perlu langkah sesegera mungkin membenahi alat utama sistim senjata (Alutsista) milik TNI dan jangan terpukau dengan anggaran yang ada. "Jangan selalu terpukau oleh anggaran yang ada. Perlu langkah segera untuk alutsista ini," kata Wapres usai meninjau hanggar perawatan pesawat milik TNI AD di Pangkalan Udara Utama Penerbad Ahmad Yani di Semarang, Jateng, Jumat (12/6).

Secara mendadak Wapres Jusuf Kalla meninjau hanggar perawatan pesawat setelah mendengar helikopter Puma milik TNI AU jatuh di Lanud Atang Sendjaja, Bogor.

Menurut Wapres, dalam dua pekan sudah ada dua pesawat yang jatuh dan itu artinya ada suatu masalah.

Wapres juga menjelaskan bahwa pesawat yang dimiliki TNI saat ini rata-rata telah berusia 30 tahun. "Boleh pesawat itu tua, tetapi perawatannya harus bagus. Kalau tidak kasihan prajurit," kata Wapres.

Menurut Wapres, jiwa seseorang sangat berharga dibandingkan dengan apa pun. "Setiap jiwa itu sangat berharga, apakah perwira, bintara atau prajurit sama berharganya," kata Wapres.

Dalam peninjauan tersebut Wapres didampingi Pangdam IV Diponegoro Mayjen Hariadi Sutanto dan Wadan Lanumad Letkol CPN Malik B Jabal. Di hanggar perawatan saat ini terdapat empat helikopter jenis BO-105 dan tiga jenis Bell yang sedang dirawat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau