RECIFE, KOMPAS.com - Enam jenazah kembali ditemukan dari samudera Atlantik, lokasi jatuhnya pesawat Air France akhir pekan ini. Jenazah tersebut ditemukan saat petugas investigasi kecelakaan terus mencari kotak hitam pesawat dan mengumpulkan bukti penting dari jazad maupun puing-puing pesawat.
Di samudera Atlantik, beberapa penyidik memeriksa jenazah dan mendapatkan puing-puing termasuk 2 kursi pesawat, beberapa tabung oksigen, serta botol air. Hampir 2 pekan setelah kecelakaan, militer Brazil menjelaskan upaya pencarian menjadi semakin sulit dan penghentian sementara pencarian ditentukan pada 25 Juni.
Mulai Senin (15/6), penyidik mulai mengadakan pertemuan setiap 2 hari untuk mengevaluasi kapan pencarian akhirnya dihentikan. Keputusan itu akan diambil bergantung dari apakah masih ada jenazah atau puing-puing yang ditemukan.
Kotak hitam yang sinyal daruratnya akan memudar setelah 30 hari serta puing- puing dan jenazah pesawat naas bernomor penerbangan 447 merupakan petunjuk penting untuk menentukan bagaimana dan mengapa pesawat ini jatuh.
Sebuah kapal Perancis yang ditugaskan dalam upaya pencarian korban telah berhasil menemukan 6 jenazah. Ini berarti total korban tewas yang ditemukan mencapai 50.
Menurut militer Brasil, temperatur air di lokasi kecelakaan pesawat berkisar antara 28 derajad Celcius atau temperatur hangat yang mempercepat proses jenazah muncul ke permukaan air sebelum kembali tenggelam.
"Berdasarkan pertimbangan itu, tidak heran apabila militer Brasil membicarakan jadwal untuk mengakhiri pencarian jenazah," kata Wadlock.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang