Wiranto: Militer dan Ibu Rumah Tangga Tak Pas

Kompas.com - 13/06/2009, 19:20 WIB

 

PASURUAN, KOMPAS.com - Cawapres Wiranto mengatakan, persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini tidak bisa diselesaikan oleh presiden berlatar belakang militer maupun ibu rumah tangga. Pasalnya, persoalan utamanya adalah di bidang ekonomi.

"Jangan serahkan permasalahan kepada orang yang bukan ahlinya. Masalah ekonomi apa bisa diselesaikan militer? Masalah ekonomi apa bisa diselesaikan ibu rumah tangga?" kata Wiranto dalam kampanye di depan sekitar 500 simpastisan di sebuah hotel di Kota Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (13/6) siang tadi.

Untuk itu, menurut Wiranto, Jusuf Kalla dengan latar-belakang dan pengalamannya disebut sebagai ahli di bidang tersebut. Sementara peran Wiranto dalam konteks itu adalah memantapkan kondisi keamanan sehingga program ekonomi bisa dijalankan dengan lebih cepat dan lebih baik.

Wiranto menyatakan, Megawati maupun Susilo Bambang Yudhoyono pernah memimpin dan memberikan kemajuan, tetapi kurang cepat. Sementara pasangan JK-Win disebutkannya sebagai pasangan yang akan membawa kemajuan dan kesejahteraan dengan lebih cepat karena keduanya adalah kombinasi yang tepat dalam menghadapi permasalahan bangsa saat ini.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau