BANDUNG, KOMPAS.com - Tim Satria Muda Britama (SM) memperpanjang predikat sebagai tim yang belum terkalahkan sepanjang musim Indonesian Basketball League (IBL) 2009. Dalam lanjutan pertandingan putaran kedua seri keenam Sabtu (13/6), SM membungkam tim tuan rumah Garuda Flexi Bandung dengan skor 79-60 di GOR C-Tra Arena, Bandung.
Denga n hasil tersebut, Wahyu Widayat jati dan kawan-kawan telah mengemas 32 poin dari 16 pertandingan. Sementara itu, Garuda tetap berada di posisi kedua dengan 28 poin. Posisi Garuda kritis karena mengumpulkan poin yang sama dengan peringkat ketiga XL Aspac J akarta yang kemarin mengungguli Angsapura Evalube Medan dengan skor telak 94-56 .
Garuda menang pada kuarter pertama dengan skor tipi 22-19. Teddy Febiantomenutup quarter ini dengan lay-up setelah menerima umpan dari Denny Sumargo. Peran Denny sangat vital dalam memberi umpan dan juga mencetak angka.
Pada kuarter kedua, SM bangkit dengan menyamaka n kedudukan 23-23 melalui tusukan Welyanson Situmorang. SM berbalik unggul setelah bola Nico Donda direbut oleh Wendha Wijaya dan berhasil menyelesaikan dengan sebuah lay-up . Kerjasama antara Faisal Julius Achmad dan Rony Gunawan semakin memperlebar selisih angka. SM akhirnya memenangi kuarter kedua dengan skor 40-35.
SM semakin menunjukkan keperkasaannya di kuarter ketiga dengan meninggalkan Garuda pada kedudukan 52-38. Pesatnya angka SM turut dipengaruhi dengan buruknya defensive rebound pemain Garuda. Dalam statistik pertandingan tercatat, Garuda hanya berhasil melakukan deffensive rebound sebesar 36,6 persen, sedangkan SM hingga 70,7 persen. SM pun merebut kuarter ini dengan skor 59-51.
Mental Denny Sumargo dan kawan-kawan memburuk pada kuarter terakhir. Akibatnya, mereka sempat tertinggal 56-76. Beberapa kali, Denny tampak tak dapat mengendalikan emosinya saat berbentu ran dengan Wendha dan Welyanson. Sebaliknya Rony Gunawan semakin tak terbendung dengan 11 kali memasukkan bola dari 16 kali percobaan. SM akhirnya memenangi partai ke 16 mereka ini dengan skor 79-60.
Pelatih SM Fictor Gideon Roring mengatakan, konsentrasi para pemainnya menjadi kunci kemenangan. mereka tidak terpengaruh oleh provokasi dari pemain lawan maupun pendukung Garuda. "Mereka tetap bermain bagus sepanjang pertandingan," kata Fictor.
Kelelahan psikologis
Sementara itu, asisten pelatih Garuda Eddy Suganda mengakui, pertahanan dan rebound pemainnya buruk. "Hal itu akan menjadi bahan evaluasi sebelum memasuki babak final-four nanti," kata Eddy.
Eddy membantah faktor kelelahan fisik bukan sebagai pemicu kekalahan kedua kalinya atas SM itu. Ia menduga, pemainnya mengalami kelelahan psikologis. Tekanan pertandingan tadi sangat berat. "Padahal, mereka baru saja menjalani partai yang sama beratnya di SEABA," ujar Eddy.
Pada pertandingan lainnya, Aspac terlalu perkasa bagi Angsapura. Tim asal Medan ini hanya bisa memberikan perlawanan ketat pada awal pertandingan. Sebaliknya, perolehan angka Aspac semakin cepat bertambah dengan sejumlah tembakan tiga angka dari Riko Hantono, Oki Wira Sanjaya, dan Xaverius Prawiro.
Pelatih Angsapura David Zamar mengatakan, kualitas pemainnya jauh di bawah pemain lawan. Kelemahan kami terutama pada pertahanan, meski lemparan tiga angka beberapa pemain cukup baik. "Tetapi bermain basket itu bukan hanya menyerang saja, bertahan sangat perlu," kata David.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang