Satia Muda Britama Makin Digdaya

Kompas.com - 13/06/2009, 19:44 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Tim Satria Muda Britama (SM) memperpanjang predikat sebagai tim yang belum terkalahkan sepanjang musim Indonesian Basketball League (IBL) 2009. Dalam lanjutan pertandingan putaran kedua seri keenam Sabtu (13/6), SM membungkam tim tuan rumah Garuda Flexi Bandung dengan skor 79-60 di GOR C-Tra Arena, Bandung.

Denga n hasil tersebut, Wahyu Widayat jati dan kawan-kawan telah mengemas 32 poin dari 16 pertandingan. Sementara itu, Garuda tetap berada di posisi kedua dengan 28 poin. Posisi Garuda kritis karena mengumpulkan poin yang sama dengan peringkat ketiga XL Aspac J akarta yang kemarin mengungguli Angsapura Evalube Medan dengan skor telak 94-56 .

Garuda menang pada kuarter pertama dengan skor tipi 22-19. Teddy Febiantomenutup quarter ini dengan lay-up setelah menerima umpan dari Denny Sumargo. Peran Denny sangat vital dalam memberi umpan dan juga mencetak angka.

Pada kuarter kedua, SM bangkit dengan menyamaka n kedudukan 23-23 melalui tusukan Welyanson Situmorang. SM berbalik unggul setelah bola Nico Donda direbut oleh Wendha Wijaya dan berhasil menyelesaikan dengan sebuah lay-up . Kerjasama antara Faisal Julius Achmad dan Rony Gunawan semakin memperlebar selisih angka. SM akhirnya memenangi kuarter kedua dengan skor 40-35.

SM semakin menunjukkan keperkasaannya di kuarter ketiga dengan meninggalkan Garuda pada kedudukan 52-38. Pesatnya angka SM turut dipengaruhi dengan buruknya defensive rebound pemain Garuda. Dalam statistik pertandingan tercatat, Garuda hanya berhasil melakukan deffensive rebound sebesar 36,6 persen, sedangkan SM hingga 70,7 persen. SM pun merebut kuarter ini dengan skor 59-51.

Mental Denny Sumargo dan kawan-kawan memburuk pada kuarter terakhir. Akibatnya, mereka sempat tertinggal 56-76. Beberapa kali, Denny tampak tak dapat mengendalikan emosinya saat berbentu ran dengan Wendha dan Welyanson. Sebaliknya Rony Gunawan semakin tak terbendung dengan 11 kali memasukkan bola dari 16 kali percobaan. SM akhirnya memenangi partai ke 16 mereka ini dengan skor 79-60.

Pelatih SM Fictor Gideon Roring mengatakan, konsentrasi para pemainnya menjadi kunci kemenangan. mereka tidak terpengaruh oleh provokasi dari pemain lawan maupun pendukung Garuda. "Mereka tetap bermain bagus sepanjang pertandingan," kata Fictor.  

 

Kelelahan psikologis

Sementara itu, asisten pelatih Garuda Eddy Suganda mengakui, pertahanan dan rebound pemainnya buruk. "Hal itu akan menjadi bahan evaluasi sebelum memasuki babak final-four nanti," kata Eddy.

Eddy membantah faktor kelelahan fisik bukan sebagai pemicu kekalahan kedua kalinya atas SM itu. Ia menduga, pemainnya mengalami kelelahan psikologis. Tekanan pertandingan tadi sangat berat. "Padahal, mereka baru saja menjalani partai yang sama beratnya di SEABA," ujar Eddy.

Pada pertandingan lainnya, Aspac terlalu perkasa bagi Angsapura. Tim asal Medan ini hanya bisa memberikan perlawanan ketat pada awal pertandingan. Sebaliknya, perolehan angka Aspac semakin cepat bertambah dengan sejumlah tembakan tiga angka dari Riko Hantono, Oki Wira Sanjaya, dan Xaverius Prawiro.

Pelatih Angsapura David Zamar mengatakan, kualitas pemainnya jauh di bawah pemain lawan. Kelemahan kami terutama pada pertahanan, meski lemparan tiga angka beberapa pemain cukup baik. "Tetapi bermain basket itu bukan hanya menyerang saja, bertahan sangat perlu," kata David.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau