Rooney Setan Merah Sejati

Kompas.com - 14/06/2009, 01:49 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Mantan Pemain Manchester United (MU), Ray Wilkins mengatakan, mempertahankan Wayne Rooney lebih baik ketimbang Cristiano Ronaldo. Menurutnya, Rooney adalah Setan Merah sejati.

Banyak yang menilai, tindakan MU melepas Ronaldo merupakan kesalahan besar. Pasalnya, MU tak mungkin mendapatkan pemain seperti Ronaldo lagi. Namun, Wilkins tidak sependapat.

"Bila ditanya siapa yang lebih Anda inginkan, Rooney atau Ronaldo, sebagai mantan pemain bola, saya lebih memilih Wayne Rooney. Sebab, ia lebih merupakan pemain tim," ungkap Wilkins seperti dikutip The Sun.

"Seiring berubahnya sepak bola, semangat tim lebih penting daripada individu. Rooney punya talenta hebat, tetapi ia adalah pemain tim dan ia ada di sana sepanjang pekan. Ia pesepak bola hebat," lanjutnya.

Wilkins justru yakin, kepergian Ronaldo akan membuat MU lebih baik. Tanpanya, pemain lain akan terdorong untuk bermain lebih baik dan ini positif bagi tim.

"Banyak dari mereka bergantung kepada Cristiano untuk menghasilkan sesuatu. Sekarang, terserah kepada pemain lain untuk mengangkat potensi mereka," tegas Wilkins.

"Saya yakin, mereka akan lebih baik. Mereka telah memiliki kualitas besar di skuad itu dan Sir Alex (Ferguson) akan meningkatkannya," tambah Wilkins.

Meski begitu, Wilkins berpendapat MU perlu membeli pemain untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Ronaldo. Ia percaya, Ferguson akan mendapatkan pemain lain yang lebih bagus dengan harga murah.

"Alex sangat jeli di bursa (transfer). Ia akan membeli satu atau dua. Saya berpikir bahwa ia akan membiarkan sebagian besar uang itu di bank," terangnya. (SUN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau