Kontes Robot Tingkat Nasional Digelar Yogyakarta

Kompas.com - 14/06/2009, 08:28 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Kontes Robot Indonesia, Kontes Robot Cerdas Indonesia, dan Kontes Robot Seni Indonesia (KRI-KRCI-KRSI) 2009 tingkat nasional dimulai di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Kontes robot tingkat nasional dibuka Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M) Dikti Prof Suryo Hapsoro, mewakili Mendiknas Bambang Sudibyo yang berhalangan hadir.

Ajang kreativitas mahasiswa yang berlangsung hingga Minggu (14/6) itu diikuti 47 perguruan tinggi (PT) dan tiga non PT dengan mempertemukan tim terbaik dari empat regional se-Indonesia.

Untuk KRI diikuti 24 tim, yang terbagi dalam delapan grup. ITS diwakili tim Bolokulowo mengalami nasib sial dalam kontes kali ini karena berada di grup A bersama ITB dan Politeknik Negeri Bandung itu mengalami kegagalan start.

Tim ITS itu mengalami gangguan teknis selama dua menit, sedangkan tim Kujang dari Polban telah melampaui gunung meski robot traveller terjatuh sehingga kembali lagi di check point 1.

Sementara itu, tim D4=S1 dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS menang mudah melawan Ghen_LabE dari Universitas Bayangkara (Ubhara) Surabaya.

Meski tidak bermain mulus untuk retry (mengulangi) pada check point 2 karena papan penyangga traveller menyentuh tiang, tim andalan itu mampu membunyikan ketiga beduk dalam waktu 1 menit 17 detik.

Keberuntungan ITS juga terlihat pada KRCI divisi Expert Battle, karena robot GA_Assassin dari ITS bertemu dengan robot Batosay dari Polban.

Batosay yang telah memadamkan api terlebih dahulu tidak sengaja menjatuhkan lilin sehingga juri akhirnya memutuskan kemenangan GA_Assassin yang tidak melakukan apa-apa. Batosay dianggap melakukan penalti sehingga dikenakan skor 0-(-5).

"Perlu diketahui, selain mengandalkan kecepatan dan kekuatan, perlu dipikirkan mengenai strategi dalam pertandingan, mengingat strategi merupakan faktor penting untuk mengalahkan lawan," kata Dr Ir Endra Pitowarno, salah satu tim juri.

Lain halnya dengan ajang KRSI yang baru kali pertama dihelat dalam kontes robot itu. Dalam KRSI, robot-robot yang diwajibkan mampu menarikan Jaipong sesuai iringan musik yang ada didandani dengan berbagai pakaian tradisional layaknya penari Jaipong.

Nuansa seni agaknya terlihat sejak pembukaan melalui persembahan hiburan tari Ramayana. Penari menyerahkan piala Sambhawana Pratimacala (piala untuk juara umum KRI 2009) kepada juri Ir Dadet Pramadihanto, MEng, PhD (direktur PENS-ITS), kemudian disampaikan kepada Direktur DP2M untuk diperebutkan. Musik gamelan pun mengiringi pertandingan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau