Copet Beraksi di Kerumunan Rombongan SBY

Kompas.com - 14/06/2009, 11:41 WIB

KUPANG, KOMPAS.com — Kunjungan calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama rombongan ke pasar "Kasih" di Naikoten I Kota Kupang Nusa TenggaraTimur, Minggu (14/6), membuat pasar menjadi penuh sesak. Kerumunan orang dimanfaatkan copet untuk beraksi.

Seorang pedagang, Ny Reny Helelaga, mengaku kehilangan uang Rp 700.000 di dalam tas hasil jualan sayur dan bumbu dapur karena dicuri orang. Ia sendiri tak sadar, dalam kerumunan ribuan orang itu, ada orang memanfaatkan kesempatan merobek tasnya dengan silet kemudian mengambil dompet di dalam tasnya.

"Dompet saya diambil, di dalam dompet itu berisi Rp 700.000 dan kartu tanda penduduk, dan foto anak," katanya sambil meneteskan air mata.

Sejumlah pedagang juga resah dan kecewa karena barang-barang jualan pedagang, seperti sayur, buah buahan, tahu dan tempe, rusak diinjak-injak pengunjung yang ingin berjabat tangan dengan SBY.

Pada kesempatan kunjungan tersebut, SBY sempat berbincang-bincang dengan pedagang dan berbelanja di pasar itu. SBY sempat berbelanja bawang putih 20 kg seharga Rp 110.000, tetapi pihak protokol memberi kepada pedagang itu Rp 200.000.

Dari pasar Naikoten, SBY kemudian menuju Hotel Kristal untuk santap siang. SBY akan berkampanye terbuka di GOR Kupang pukul 15.00 Wita. Presiden dan Ny Ani Yudhoyono sesuai rencana bermalam di Kupang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau