BANDUNG, KOMPAS.com - Empat tim basket yang menduduki peringkat ketiga hingga keenam sama-sama mempertahankan peluang untuk maju ke babak play-off Indonesian Basketball League (IBL) 2009.
Dalam lanjutan IBL putaran kedua seri keenam di GOR C-Tra Arena, Bandung, Minggu (14/6), posisi keempat tim tersebut, XL Aspac Jakarta, Nuvo CLS Knights Surabaya, Bima Sakti Nikko Steel Malang, dan Pelita Jaya Esia Jakarta tidak bergeser.
Aspac menjinakkan Pelita Jaya dengan skor 68-57. CLS mengalahkan Citra Satria Jakarta 66-55, dan Bima Sakti dikalahkan pemuncak klasemen Satria Muda Britama dengan skor 73-44. Meski kalah, Bima Sakti tetap berada di posisi kelima dengan poin 26 karena Pelita Jaya yang ada di posisi keenam kalah dari Aspac dengan poin 25.
Partai antara Bima Sakti dan Satria Muda sempat berlangsung seru pada paruh pertama. Bima Sakti bahkan memenangi dua kuarter awal dengan skor 18-13, dan 28-23. Namun, lay-up Wendha Wijaya membalikkan kedudukan menjadi 29-28 pada awal kuarter ketiga.
Satria Muda semakin memperlebar selisih angka melalui beberapa tembakan tiga angka, antara lain oleh Christian Ronaldo Sitepu dan Faisal Jollius Achmad. Keunggulan Satria Muda terus bertahan hingga pertandingan berakhir dengan skor 73-44.
Sementara itu, CLS memperagakan permainan kolektif yang menawan saat menumbangkan Citra Satria. Operan pendek kerap muncul melalui pemain Dimaz Muharri, Wijaya Saputra, dan Andrie Ekayana. Sebaliknya, p enguasaan bola Citra Satria tampak buruk sehingga sering direbut oleh lawan yang langsung melancarkan serangan balik.
Tak puas
Pelatih CLS Simon Wong masih belum puas dengan permainan timnya. Menurut dia, permainan tadi belum menunjukkan kekuatan CLS yang sebenarnya. "Pertahanan kami masih longgar sehingga lawan bisa leluasa melakukan penetrasi. Untungnya, akurasi tembakan mereka buruk," kata Simon.
Ketidakpuasan juga diungkapkan oleh pelatih Aspac Tjetjep Firmansyah, meski menuai kemenangan 68-57 atas tim satu kota Pelita Jaya. "Masih belum seimbang antara menyerang dan bertahan. Akibatnya, lawan beberapa kali bisa memperkecil selisih angka," kata Tjetjep.
Pelita Jaya kalah telak pada kuarter pertama dengan skor 8-18. Namun pada awal kuarter ketiga, Yudhi Mardiansyah dan kawan-kawan memperkecil selisih saat kedudukan 34-39.
Guard Aspac Dirk Mario Gerungan menjadi motor timnya saat memperbesar selisih angka pada kuarter itu. Umpannya kepada Riko Hantono yang berdiri bebas di daerah pertahanan lawan menutup kuarter tersebut dengan skor 51-39. Pelita Jaya tidak mampu lagi mendekati poin lawan hingga pertandingan usai.
Play-off
Administratur Liga Nandang Rukanda mengatakan, babak play-off yang akan diikuti oleh tim berperingkat ketiga hingga keenam akan dilaksanakan pada akhir bulan Juni. Namun, hal itu masih menunggu izin dari kepolisian terkait dengan kondisi keamanan menjelang pe laksanaan pemilihan presiden.
Kalau akhir Juni tidak diizinkan, play-off akan digelar pada 11 Juli. Kemungkinan besar tempatnya di Kota Malang, kata Nandang. Sedangkan babak final four kemungkinan berlokasi di Kota Bandung pada pertengahan Juli. Tetapi, tim yang menempati urutan pertama klasemen yang akan menentukan pemilihan lokasinya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang