Ronaldo Senang Dicemooh dan Dibenci

Kompas.com - 15/06/2009, 00:08 WIB

PARIS, KOMPAS.com — Gelandang Manchester United, Cristiano Ronaldo, tidak pernah merasa risih dengan ledekan suporter. Ia justru senang jika orang-orang membencinya.

Meski berpredikat sebagai Pemain Terbaik Dunia 2008, Ronaldo tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari penggemar sepak bola di dunia. Sebagian suporter menganggapnya arogan dan suka melakukan diving. Mereka akan selalu mengenang sikap CR7 di perempat final Piala Dunia 2006. Waktu itu ulah Ronaldo membuat teman satu klubnya, Wayne Rooney, dikeluarkan wasit.

Meski di kemudian hari keduanya berbaikan dan membawa "Setan Merah" meraih banyak piala, tudingan miring terhadap Ronaldo tetap tidak hilang. Di lapangan, penonton yang suka dan yang membencinya berbaur. Pujian dan ledekan pun bersahutan mengarah kepadanya.

"Aku suka ketika orang mencemoohku. Aku ingin melihat kebencian di mata mereka, mendengar ledekan. Itu tak menggangguku," aku Ronaldo kepada majalah So Foot.

"Benar bahwa banyak orang membenciku tapi lebih banyak yang mencintai dan mendukungku. Aku berasa jelek jika aku main buruk. Untunglah, itu jarang terjadi," ungkapnya.

Suka atau tidak, nyatanya pemain Portugal itu bakal menjadi pemain termahal sejagat. Real Madrid sudah menawarnya dengan harga fantastis, 94 juta euro atau lebih dari Rp 1,3 triliun. Harga ini jauh melebihi rekor sebelumnya atas diri Zinedine Zidane. (SKY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau