Haaah... 1.000 Orang Terinfeksi HIV/AIDS di Tangerang

Kompas.com - 15/06/2009, 06:04 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Sebanyak 1.000 orang dari segala usia di Kabupaten Tangerang, Banten, terbukti positif terinfeksi virus mematikan HIV/AIDS.

"Tahun ini, sebanyak 800 orang terbukti positif terinfeksi HIV dan 200 orang AIDS, mereka tersebar di beberapa kecamatan," ucap Kepala Bidang Pemberantasan Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang dr Yully Soenar Dewanti di Tangerang, Minggu (14/6).

Ia mengatakan, sekitar 755 penderita HIV/AIDS berada di daerah pinggiran kota. Ia menambahkan, ada banyak penyebab tingginya kasus HIV/AIDS di daerah ini. "Seorang ibu yang sudah terkena virus akan menulari anaknya dari transfusi darah, jarum suntik, selain itu virus ini juga diakibatkan dari hubungan seks," akunya.

Ia mengaku, awal tahun 2009 terdapat sembilan bocah yang sudah tertular virus mematikan itu. "Darah dari ibu penderita AIDS akan berpotensi menulari bayi saat ibunya menjalani persalinan," katanya.

Ia mengungkapkan, dinkes selalu berusaha untuk memutuskan mata rantai penularan AIDS kepada penderita. "Kita juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuat stigma atau diskriminasi terhadap penderita AIDS, tetapi secara bersama menanggulanginya," ucap dr Yully.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau