NGAWI, KOMPAS.com — Nurul Wijayanti (23), TKW asal RT 5/RW 2 Desa Dinden, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Jatim, ditemukan tewas, diduga gantung diri di rumah orangtua majikannya tempat ia bekerja di Malaysia.
Kepala Desa Dinden Sutrisno, Senin (15/6), mengatakan, hingga saat ini, pihak keluarga masih menunggu kedatangan jenazah yang rencananya akan tiba dari Malaysia, Kamis (18/6). Informasi meninggalnya korban diterima oleh pihak keluarga pada hari Minggu (14/6).
"Jika semua surat-surat yang dibutuhkan lancar pengurusannya, diperkirakan jenazah akan tiba Kamis. Meski tidak percaya dengan kabar kematian korban, namun keluarga meminta jenazah korban segera dikirim pulang," katanya.
Menurut dia, saat ini keluarga masih shock setelah mendengar kabar kematian korban. Apalagi dengan kedatangan sejumlah wartawan, hal itu semakin menambah sedih keluarga. Keluarga pun enggan berkomentar banyak.
"Sekarang ini keadaan orangtua korban sudah lumayan. Namun tetap tidak mau berkomentar banyak. Kantor desa setempat dan dinas terkait tetap memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan," katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari perusahaan yang memberangkatkan korban yaitu PT Mutiara Putra Utama di Jakarta, melalui berita acara Kepolisian Diraja Malaysia, disebutkan korban tewas akibat bunuh diri dengan cara gantung diri.
"Saat ini seluruh pengurusan kepulangan jenazah sepenuhnya ditangani perusahaan tersebut dengan dibantu KBRI. Hal ini karena korban merupakan TKW resmi," katanya.
Ia mengemukakan, anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Sukono (46) dan Sumirah (45) ini berangkat menjadi TKW di Malaysia sejak tahun 2007. Sebelum dinyatakan meninggal dunia, korban terus melakukan komunikasi dengan pihak keluarga.
"Kontak terakhir dilakukan pada empat hari sebelum korban ditemukan tewas, sedangkan bantuan sementara yang diterima keluarga korban saat ini baru berupa uang santunan dari PJTKI yang memberangkatkan korban. Korban baru kali ini bekerja di luar negeri," kata Sutrisno.
Kepala Bidang Transmigrasi, Penempatan, dan Perluasan Tenaga Kerja Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Ngawi Wahidi Joko Purwoko saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan memantau kedatangan jenazah serta membantu pihak keluarga guna mengetahui penyebab utama kematian.
"Kami akan mengawasi tugas utama PJTKI yang memberangkatkan korban untuk mengurus hak-hak yang harus diterima oleh keluarga korban. Selain itu, kami juga akan melakukan klarifikasi kepada PJTKI terkait penyebab kematian korban. Saat ini, jenazah korban masih menjalani proses otopsi di rumah sakit setempat di Malaysia," katanya.
Selama di Malaysia, Nurul bekerja di rumah majikannya, Tan Seng Woo, warga Jalan Asa Empat, Taman Asa Jaya 43000 Kajang, Malaysia. Namun, Nurul Wijayanti binti Sukono ditemukan gantung diri di rumah orangtua majikannya, Sia Fok Chai yang berada di Jalan Sri Damai I, Taman Sri Damai 43000 Kajang, Selangor, Malaysia.