Berkas Jaksa Ester dan Dara Dikembalikan

Kompas.com - 15/06/2009, 14:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com  - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta mengembalikan berkas perkara jaksa Ester dan Dara Veranita, tersangka kasus penyimpan barang bukti berupa ratusan ekstasi.

"Berkas dikembalikan kepada pihak kepolisian untuk perbaikan beberapa kelengkapan formil dan data-data berkas tersebut," terang Budi Hartawan, Humas Kejati DKI Jakarta saat dihubungi, Senin (15/6).

Berkas tersebut dikembalikan Kamis lalu, namun ia menolak menjelaskan lebih detail berkas apa saja yang kurang. "Enggak etislah kalau dipaparkan," kilahnya.

Setelah itu, lanjutnya, pihak Kejati akan memberikan waktu bagi penyidik untuk kembali mempelajari dan melengkapi berkas kedua jaksa tersebut.

Lebih lanjut Budi menerangkan, keputusan tentang penahanan, semuanya berada di tangan kejaksaan tinggi. "Kita melihat, memandang kedua jaksa tersebut melarikan diri atau merusak bahan bukti atau tidak. Syarat penahan ada di KHUP," tegasnya.

Sementara itu, Kompol Christian Siagian, kepala Unit Narkoba Polda Metro Jaya menerangkan, dirinya belum mengetahui pengembalian berkas tersebut. "Belum ada , belum terima (berkas tersebut," ujarnya.

Ia hanya menyatakan, sampai saat ini jaksa Ester dan Dara masih menjalani wajib lapor. "Hari ini (15/6) mereka datang untuk wajib lapor, jam 09.00 tadi. Mereka datang berdua saja tanpa ada pengacara," tuturnya.

Jaksa Ester dan Dara ditangkap karena menyimpan barang bukti berupa ratusan ekstasi. Keduanya sempat ditahan di tahanan narkoba Polda Metro Jaya. Keduanya dibebaskan 11 April, dengan alasan tidak mendapatkan perpanjangan izin penahanan dari Kejati DKI Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau