Pertemuan JK dan MUI Tertutup

Kompas.com - 15/06/2009, 14:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Republik Indonesia yang juga calon presiden Jusuf Kalla hari ini, Senin (15/6), bertandang ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pertemuan berlangsung tertutup. Seperti dituturkan oleh Ketua MUI KH Amidhan, kapasitas JK dalam kunjungan ini ganda, sebagai wakil presiden dan calon presiden ke depan.

"Seperti kita ketahui, kunjungan Bapak Jusuf Kalla sebagai wakil presiden dan juga calon presiden Republik Indonesia," tutur Amidhan saat membuka acara.

JK duduk di antara sejumlah ketua komisi MUI, seperti Ketua Komisi Fatwa MUI Ma'ruf Amien dan Ketua Presidium ICMI Muslimin Nasution. Selain itu, hadir pula tokoh perempuan MUI, Huzaimah BY dan Aisyah Amini.

Sebelum JK datang, para wartawan masih diperbolehkan masuk untuk mengambil gambar. Namun, ketika Amidhan baru menyampaikan sambutan selamat datangnya sekitar 10 menit, para wartawan diminta untuk keluar.

Di dalam ruangan, sekitar 50 tokoh MUI sudah berkumpul untuk berdialog dengan JK. Agenda kunjungan JK masih belum diketahui jelas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau