GKM Tolak BLT dari Utang Luar Negeri

Kompas.com - 15/06/2009, 17:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Puluhan anggota Gerakan Kaum Muda '98 (GKM '98) melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Senin (15/6). Mereka menyatakan penolakannya atas program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari utang luar negeri.

Demonstrasi yang berjalan sekitar 45 menit ini juga didukung oleh Koalisi Anti Utang (KUA) dan Lingkar Studi-Aksi untuk Demokrasi Indonesia (LS-ADI).

Sekitar 10 orang berorasi meneriakkan tuntutan-tuntutan kepada pemerintah dan mengimbau pengendara yang lewat untuk ikut menentang program BLT serta program-program pemerintah lainnya yang berasal dari utang luar negeri seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Perwakilan dari LS-ADI, Bunga, menyatakan ketidaksetujuan atas pernyataan Menteri Keuangan dan Koordinator Perekonomian Sri Mulyani Indrawati bahwa utang pemerintah yang semakin besar bukan merupakan bencana karena rasio utang terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) semakin menurun.

Pernyataan ini dinilai menyesatkan karena berdasarkan kajian dari Committee for Abolition Third World Debt, utang jangka panjang Indonesia mencapai 67 miliar dollar AS atau yang paling besar di antara negara-negara di Asia Tenggara.

Selain itu, berdasarkan temuan dari Badan Pengawas Keuangan, sumber dana BLT didapat dari pinjaman Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, dan Jepang.

Ini memperjelas bahwa BLT hanya menambah beban utang Indonesia dan merupakan bentuk penipuan dan pembodohan terhadap rakyat.

Para demonstran juga menyerukan untuk tidak memilih capres dan cawapres yang akan menggantungkan pembiayaan pembangunan lewat utang pada pilpres 8 Juli mendatang. Namun, mereka menolak dikatakan menjatuhkan salah satu pasangan capres-cawapres.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau