JAKARTA, KOMPAS.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan, kunjungan Jusuf Kalla ke kantornya di kawasan Cikini, Senin (15/6), tidak terkait dengan dukungan organisasi keagamaan ini terhadap salah satu pasangan capres dan cawapres.
Menurut Ketua MUI KH Amidhan, pertemuan dengan JK awalnya hanya terkait dengan kapasitas JK sebagai wakil presiden. "Forum ini tidak terkait dengan dukung-mendukung. Tapi apa yang dipaparkan JK menarik perhatian para ulama, ustaz dan ustazah," tutur Amidhan dalam keterangan pers setelah pertemuan.
Sama seperti kunjungan JK sebelumnya ke Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Amidhan mengatakan, kunjungan ini merupakan lanjutan rangkaian kunjungan tersebut. Kunjungan ini juga atas permintaan JK sendiri.
"Kami menunggu. Siapa saja yang datang akan kami terima. JK kan sudah ke PGI dan KWI, tentu ke majelis pemuka yang lain juga. Tidak ada permintaan (dari MUI). Kalau ada pasangan yang lain yang mau datang, tentu akan kami terima," tutur Amidhan.
Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Ichwan Syam mengatakan, kapasitas MUI hanyalah memberi doa restu agar pilpres berjalan lancar dan terpilih pemimpin yang terbaik. "JK sudah datang ke PGI dan KWI, ini menunjukkan perhatian JK terhadap perkembangan keagamaan di Indonesia cukup besar," ujar Ichwan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang