Palembang, Kompas -
Pemilik sanggar Makmur Jaya, Ansori, ketika ditemui di stan pameran Jakarta Fair di Jakarta, Jumat (12/6), mengatakan, saat ini para pengusaha kecil kain songket di Palembang kesulitan memasarkan produknya sehingga banyak yang sudah menutup usahanya.
”Kini yang bisa bertahan hanya beberapa pengusaha besar, sedangkan pengusaha kecil banyak yang tutup karena tidak mampu menggaji karyawan,”
Menurut dia, sebelum krisis moneter tahun 1998, pemasaran kain songket cukup bagus. namun, setelah krisis, daya beli berkurang dan mencapai puncaknya dalam tiga tahun terakhir.
Ia mengatakan, perusahaannya yang semula mempekerjakan 30 orang sekarang tinggal 10 orang karena sepi permintaan.
”Daripada kami mempertahankan semua karyawan tetapi tidak mampu membayarnya, lebih baik mengurangi karyawan tetapi perusahaan masih bisa tetap jalan,” ujarnya.
Ia mengatakan, dalam kondisi seperti sekarang, bisa membayar karyawan sudah untung sehingga bisa mempertahankan usaha.
”Pemasaran merupakan kendala besar bagi usaha kami. Kalau modal, bisa mencari pinjaman ke bank. Tetapi kalau pemasaran, kami tidak bisa berbuat banyak selain minta bantuan pemerintah,” katanya.
Ia menyebutkan, satu pasang kain songket harganya sekitar